Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

Yordania Ikut Jatuhkan Rudal Iran ke Israel, AS: Serangan Dikalahkan, Tak Efektif

Megerahkan selusin rudal pencegat dari kapal induk, AS menyatakan serangan rudal Iran ke Israel bisa dikalahkan dan tidak efektif.

AFP/AHMAD GHARABLI
Gambar ini menunjukkan proyektil yang dicegat oleh Israel di dekat kota utara Baqa al-Gharbiya pada tanggal 1 Oktober 2024. - Sirene serangan udara berbunyi di Israel tengah pada tanggal 1 Oktober, kata militer, sehari setelah tentara melancarkan operasi darat ke Lebanon selatan yang menargetkan posisi Hizbullah. "Sirene berbunyi di Israel tengah," kata militer, tanpa memberikan rincian tentang area yang terkena dampak. (Photo by Ahmad GHARABLI / AFP) 

Yordania Ikut Bantu Jatuhkan Rudal Iran ke Israel, AS: Serangan Gagal yang Tak Efektif

TRIBUNNEWS.COM - Iran telah meluncurkan ratusan rudal ke Israel, dan beberapa di antaranya mengenai wilayah Israel, Rabu (2/10/2024).

 Ini adalah serangan kedua Iran tahun ini, setelah sebelumnya menembakkan ratusan rudal dan pesawat nirawak ke Israel pada bulan April.

Baca juga: Media AS: Iran Serang Israel dengan Rudal Balistik yang Capai Target dalam 12 Menit

Pejabat militer Israel mengatakan serangan Iran itu tampaknya telah berakhir dan tidak ada lagi ancaman dari Iran "untuk saat ini" tetapi masih belum jelas seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memperingatkan "konsekuensi" setelah serangan tersebut.

Berikut Beberapa Hal yang Diketahui sejauh ini Soal Serangan Rudal Iran ke Israel:

Rudal Iran Ikut Ditembak Jatuh Yordania

Laporan BBC mengonfirmasi kalau sejumlah rudal yang ditembakkan Iran ke Israel, ditembak jatuh di Amman, Yordania.

Aksi yang sama juga dilakukan Yordania saat serangan terakhir Iran ke Israel pada April silam.

Yordania menyatakan, tindakan pencegatan dilakukan atas nama kedaulatan wilayah udara dan keamanan warga Yordania.

Gambar ini menunjukkan proyektil yang dicegat oleh Israel di dekat kota utara Baqa al-Gharbiya pada tanggal 1 Oktober 2024. - Sirene serangan udara berbunyi di Israel tengah pada tanggal 1 Oktober, kata militer, sehari setelah tentara melancarkan operasi darat ke Lebanon selatan yang menargetkan posisi Hizbullah.
Gambar ini menunjukkan proyektil yang dicegat oleh Israel di dekat kota utara Baqa al-Gharbiya pada tanggal 1 Oktober 2024. - Sirene serangan udara berbunyi di Israel tengah pada tanggal 1 Oktober, kata militer, sehari setelah tentara melancarkan operasi darat ke Lebanon selatan yang menargetkan posisi Hizbullah. "Sirene berbunyi di Israel tengah," kata militer, tanpa memberikan rincian tentang area yang terkena dampak. (Photo by Ahmad GHARABLI / AFP) (AFP/AHMAD GHARABLI)

Adapun pada serangan Iran ke Israel tadi malam, tiga orang dilaporkan terluka ringan akibat jatuhnya sebagian rudal di berbagai wilayah di Yordania, menurut Menteri Komunikasi Yordania Muhammad al-Momani.

Al-Momani, juru bicara pemerintah, mengatakan di TV Al-Mamlaka: “Sebagian dari sejumlah rudal jatuh di berbagai wilayah di Kerajaan tidak ada korban luka kritis, namun ada 3 korban luka yang secara medis diklasifikasikan sebagai luka ringan pada saat ini .”

Dia juga berbicara tentang "kerusakan material yang terjadi, dan pekerjaan sedang dilakukan untuk memperbaikinya."

Soal pencegatan rudal Iran ke Israel di wilayah Yordania, Momani menekankan kalau "Posisi Yordania adalah “tidak akan menjadi arena konflik bagi pihak mana pun, dan bahwa melindungi Yordania dan rakyat Yordania adalah tanggung jawab pertama kami.”

Al-Momani mengimbau warga untuk berhati-hati, mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang, dan tidak menyebarkan rumor atau menyebarkan berita dari sumber yang tidak diketahui.

Anggota Komando Front Dalam Negeri Israel dan pasukan polisi memeriksa kawah yang ditinggalkan oleh proyektil yang meledak di sebuah gedung sekolah yang rusak parah di kota Gedera, Israel selatan, pada tanggal 1 Oktober 2024, setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Lebanon, Nasrallah, dan militan lain yang didukung Iran. - Laporan mengatakan Iran menembakkan antara 150 dan 200 rudal dalam serangan itu, yang kedua kalinya dilakukan negara itu terhadap Israel setelah serangan rudal dan pesawat tak berawak pada bulan April sebagai tanggapan atas serangan udara mematikan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)
Anggota Komando Front Dalam Negeri Israel dan pasukan polisi memeriksa kawah yang ditinggalkan oleh proyektil yang meledak di sebuah gedung sekolah yang rusak parah di kota Gedera, Israel selatan, pada tanggal 1 Oktober 2024, setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Lebanon, Nasrallah, dan militan lain yang didukung Iran. - Laporan mengatakan Iran menembakkan antara 150 dan 200 rudal dalam serangan itu, yang kedua kalinya dilakukan negara itu terhadap Israel setelah serangan rudal dan pesawat tak berawak pada bulan April sebagai tanggapan atas serangan udara mematikan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus. (Photo by Menahem KAHANA / AFP) (AFP/MENAHEM KAHANA)
Halaman
1234
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan