Konflik Suriah
Israel Lancarkan 'Invasi Terdalam' ke Suriah sejak 1967, Bawa Helikopter dan Konvoi Lapis Baja
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan melancarkan “invasi terdalam” ke Suriah. IDF mengklaim berusaha mencegah senjata jatuh ke tangan yang salah
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Garudea Prabawati
Israel mulai melancarkan banyak serangan ke Suriah semenjak rezim Bashar al Assad tumbang. Negara Zionis itu mengaku menyerang target-target yang terafiliasi dengan Iran,
Pada hari ketika Assad digulingkan, Israel mengumumkan bahwa iDF memasuki buffer zone atau zona penyangga yang memisahkan pasukan Israel dengan pasukan Suriah di Dataran Tinggi Golan.
IDF mengklaim keberadaan tentara di zona penyangga hanyalah bersifat sementara dan untuk keperluan pertahanan saja.
Meski demikian, Menteri Pertahanan Israel Katz sudah berujar bahwa pasukannya akan tetap dikerahkan di sembilan pos di sana sampai waktu yang belum ditentukan.
Dalam konferensi nasional di Suriah minggu lalu, para pesertanya menolak aksi provokasi Israel. Mereka meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar berhenti menyerang Suriah.
Israel pertimbangkan terima Druze untuk bekerja di Israel
Beberapa waktu lalu Katz mengonfirmasi negaranya mempertimbangkan untuk menerima warga Suriah dari komunitas Druze untuk bekerja di Israel.
Baca juga: Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa Membentuk Komite untuk Mengatur Fase Transisi di Suriah
Katz mengatakan rencana itu merupakan komitmen besar Israel terhadap "kawan Druze" di Suriah.
Druze adalah kelompok etnis dan keagamaan yang kebanyakan tinggal di Lebanon dan Suriah.
Dia juga berujar para pemimpin Israel berupaya untuk terus menjaga kontak dengan komunitas Druze.
"Saat ini kita mempertimbangkan untuk mengizinkan mereka yang tinggal dekat untuk datang dan bekerja di Dataran Tinggi Golan setiap hari dan bersiap membantu mereka melalui organisasi dan beragam cara," kata Katz saat konferensi pada hari, Kamis (27/2/2025), dikutip dari I24 News.
"Kami ingin melihat mereka terlindungi, dan kita berupaya melakukannya dengan pintar."
Apabila hal ini terealisasi, IDF akan bertanggung jawab mengurus masuk dan keluarnya orang Druze dan mengamankan koridor.
Dikabarkan sudah ada permintaan dari komunitas Druze untuk memasuki Israel sebagai penyatuan kembali keluarga.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.