Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Demo Anti Israel di KFC Berakhir Rusuh dan Tewaskan Karyawan, 178 Orang Diciduk Kepolisian Pakistan

Seorang karyawan KFC bahkan tewas ditembak di sebuah gerai di pinggiran Kota Lahore oleh pria bersenjata tak dikenal.

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
Tangkap layar Instagram @kfcpakistanofficial
KFC PAKISTAN - Tampak depan Cabang KFC di Lahore, Pakistan yang diunduh ada hari Sabtu (19/4/2025). Pada hari Jumat (18/4/2025) Pejabat setempat Pakistan mengumumkan setidaknya 178 orang ditangkap dalam gelombang masa protes anti-Israel di gerai-gerai KFC seluruh Pakistan 

TRIBUNNEWS.COM - Aparat kepolisian terus menindak tegas aksi protes atau demonstrasi anti-Israel di sejumlah tempat usaha yang dinilai memberikan dukungannya kepada pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Hal ini terjadi di Pakistan di mana ratusan orang telah ditangkap oleh pihak kepolisian dalam beberapa minggu terakhir.

Adapun tindakan ini diambil pihak kepolisian Pakistan menyusul lebih dari 10 serangan massa terhadap gerai waralaba makanan cepat saji asal Amerika Serikat, KFC

Dikutip dari Reuters, serangan ini dipicu oleh sentimen anti-Amerika Serikat dan penolakan terhadap perang sekutu mereka, Israel, di Gaza, menurut pernyataan pejabat setempat pada Jumat (18/4/2025).

Polisi di kota-kota besar di negara Islam tersebut, termasuk Kota Karachi di selatan, Kota Lahore di timur, dan ibu kota Islamabad, mengonfirmasi sedikitnya 11 insiden di mana gerai KFC diserang oleh pengunjuk rasa bersenjata. 

Sedikitnya 178 orang ditangkap, kata pejabat tersebut pekan ini.

Seorang pejabat polisi yang berbicara dengan syarat anonim menyatakan bahwa seorang karyawan KFC bahkan tewas ditembak di sebuah gerai di pinggiran Kota Lahore oleh pria bersenjata tak dikenal.

Pejabat tersebut menambahkan, tidak ada aksi protes saat kejadian, dan pihaknya tengah menyelidiki apakah pembunuhan tersebut dilatarbelakangi sentimen politik atau alasan lain.

Di Lahore, polisi menyatakan bahwa mereka meningkatkan keamanan di 27 gerai KFC di seluruh kota menyusul dua serangan dan lima upaya serangan yang berhasil dicegah.

"Kami tengah menyelidiki peran berbagai individu dan kelompok dalam serangan-serangan ini," kata Faisal Kamran, pejabat senior kepolisian Lahore.

Kamran menambahkan bahwa 11 orang, termasuk anggota partai Islam Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), ditangkap di kota tersebut.

Baca juga: Iran dan Arab Saudi Bahas Kerja Sama Militer: Negara Islam Harus Bersatu Melawan Israel

Ia menegaskan bahwa protes tersebut tidak diorganisir secara resmi oleh TLP.

Juru bicara TLP, Rehan Mohsin Khan, menyatakan bahwa kelompoknya "mengimbau umat Islam untuk memboikot produk Israel, tetapi tidak mengeluarkan ajakan protes di luar gerai KFC".

"Jika ada orang yang mengaku sebagai pemimpin atau aktivis TLP terlibat dalam tindakan tersebut, itu harus dianggap sebagai tindakan pribadi yang tidak terkait dengan kebijakan partai," kata Khan.

KFC selama ini dipandang sebagai simbol Amerika Serikat di Pakistan dan menjadi sasaran utama sentimen anti-Amerika selama beberapa dekade terakhir, termasuk melalui protes dan serangan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan