Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Korut: AS Memperluas Perang, Getol Jualan Senjata dalam Konflik Gaza dan Ukraina

Korut menuduh AS mengobarkan dan memperpanjang konflik dengan kedok mempromosikan dialog dan negosiasi dalam perang Gaza dan Ukraina

Tayang:
Anews/File
AS SUPLAI ISRAEL - Amunisi dan peluru artileri yang dipasok Amerika Serikat (AS) ke Pasukan Israel dalam perang di Jalur Gaza. Ekspor senjata dan amunisi AS dilaporkan meningkat sejak konflik di Jalur Gaza dan Ukraina berkobar. 

Sebagai perbandingan, Rusia diyakini telah memproduksi tidak lebih dari 2,3 juta peluru artileri di dalam negeri pada tahun 2024, menurut pejabat Ukraina dan Barat.

Kremlin membantah adanya transfer senjata dari Korea Utara pada bulan Oktober 2023, dengan mengklaim tidak ada “bukti” atas aktivitas tersebut.

Namun, setidaknya enam laporan unit artileri Rusia yang ditinjau oleh Reuters mendokumentasikan penggunaan antara 50 persen dan 100 persen amunisi Korea Utara di Ukraina pada tahun ini.

Adapun tiga laporan unit lainnya tidak menyebutkan soal amunisi Korea Utara.

Analis pertahanan Konrad Muzyka dari Rochan Consulting yang berbasis di Polandia mengatakan pasokan amunisi dari Korea Utara memungkinkan Rusia untuk mempertahankan laju operasi militernya mulai akhir tahun 2023.

"Tanpa bantuan dari DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea, red), serangan-serangan yang dilakukan tentara Rusia terhadap posisi pertahanan Ukraina akan berkurang setengahnya," kata badan intelijen militer Ukraina GUR kepada Reuters.

“Tanpa dukungan Ketua Kim Jong Un, Presiden Vladimir Putin tidak akan benar-benar mampu meneruskan perangnya di Ukraina,” tambah Hugh Griffiths, mantan koordinator panel PBB yang memantau sanksi Korea Utara.

Sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) Korea Utara, pertama kali terlihat di Pyongyang selama parade ulang tahun ke-75 WPK pada tahun 2020.
Sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) Korea Utara, pertama kali terlihat di Pyongyang selama parade ulang tahun ke-75 WPK pada tahun 2020. (X/Osinttechnical)

Raup Keuntungan Senilai Rp 337, Triliun

Atas suplai amunisinya ke Moskow dalam Perang Ukraina ini, militer Korea Utara telah menghasilkan pendapatan bagi Pyongyang lebih dari $20 miliar atau sekitar Rp 337,4 triliun, menurut Institut Analisis Pertahanan Korea Selatan (KIDA), dilansir Newsweek, Rabu (16/4/2025).

Perkiraan KIDA menunjukkan kalau sebagian besar pendapatan Korea Utara itu berasal dari pengiriman amunisi artileri skala besar.

Amunisi Korea Utara kini memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan artileri tentara Rusia di Ukraina , dengan beberapa unit garis depan sepenuhnya bergantung pada peluru.

Antara Agustus 2023 dan Maret 2025, Korea Utara dilaporkan telah mengirim lebih dari 15.800 kontainer amunisi ke Rusia .

Citra satelit mengungkap 64 pelayaran oleh kapal-kapal Rusia, yang berpotensi mengirimkan antara 4,2 juta dan 5,8 juta butir amunisi Korea Utara.

Sebagai balasannya, Pyongyang disebut-sebut telah menerima persenjataan dan teknologi militer canggih dari Rusia, bukan uang tunai.

Laporan tersebut menunjukkan Korea Utara lebih menyukai "bantuan teknis dan dalam bentuk barang" yang meningkatkan industri pertahanannya sendiri dan mendukung tujuan strategis jangka panjangnya.

Korea Utara mengerahkan lebih dari 11.000 tentara untuk mendukung upaya perang Rusia, yang sebagian besar dikirim ke Oblast Kursk Rusia .

AMUNISI KOREA UTARA - Artileri Rusia di wilayah Kherson
AMUNISI KOREA UTARA - Artileri Rusia di wilayah Kherson, Ukraina dilaporkan menggunakan amunisi yang dipasok Korea Utara. Dalam laporan terbaru, Rusia disebutkan bahkan 100 persen mengandalkan amunisi Korea Utara untuk berperang melawan Ukraina.
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved