Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

3 Skenario Rahasia AS-Israel Sebelum Serang Iran Bocor! Opsi Keempat Lebih Dahsyat

Menurut sumber NYT, opsi ketiga melibatkan pesawat B-1 dan B-2 Amerika, rudal jelajah dari kapal selam, hingga pesawat angkut strategis.

|
Penulis: Gita Irawan
YouTube The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Selasa (8/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) melakukan konferensi pers di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Senin (7/4/2025). 

TRIBUNNEWS.COMThe New York Times (NYT) mengungkap tiga skenario militer rahasia yang disiapkan Amerika Serikat (AS) dan Israel sebelum menyerang Iran lewat operasi "Rising Lion" pada Jumat, 13 Juni 2025.

Rencana ini disusun sejak Desember tahun lalu, menyusul lemahnya dukungan proksi Iran di Lebanon dan Suriah.

Pemerintah Israel mulai merancang serangan terhadap Iran setelah melihat peluang strategis dari melemahnya Hizbullah di Lebanon dan jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah. Hal ini membuka jalur udara untuk operasi pengeboman yang ditargetkan ke fasilitas nuklir Iran.

Laporan The New York Times bertajuk 'How Trump Shifted on Iran Under Pressure From Israel' mengungkap pertemuan penting pada Februari lalu antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada awal Februari 2025.

Baca juga:  KBRI di Teheran Tetapkan Siaga 1 di Wilayah Iran, Proses Evakuasi Segera Dilakukan

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mempresentasikan citra-citra situs nuklir Iran. Israel meyakini Iran tengah mempercepat pembuatan senjata nuklir dengan metode yang lebih sederhana.

Netanyahu memperingatkan Trump bahwa bila AS ingin sukses dalam diplomasi nuklir, maka perlu ada ancaman militer nyata di balik meja perundingan.

Israel khawatir Trump akan menyetujui kesepakatan yang dianggap lemah seperti perjanjian nuklir 2015 era Barack Obama.

Netanyahu juga mengingatkan bahwa Iran dapat dengan cepat memulihkan pertahanan udaranya yang sempat dihancurkan Israel pada Oktober 2024.

Meski masih memilih jalur diplomasi, Trump menyetujui pengembangan opsi militer oleh Komando Pusat AS bersama Israel.

Baca juga: Jumat Ini Buruh Geruduk Kedubes AS-Mesir, Desak Setop Genosida Gaza dan Perang Iran-Israel

Kemudian pada pertengahan Februari 2025 saat berkoordinasi dengan Israel, Komandan Komando Pusat AS Jenderal Michael Erik Kurilla telah mengajukan tiga opsi utama skenario penyerangan terhadap Iran.

  1. Opsi minimal: pengisian bahan bakar udara dan dukungan intelijen AS untuk misi Israel.
  2. Opsi menengah: serangan udara gabungan antara Israel dan AS.
  3. Opsi maksimal: misi pengeboman yang dipimpin penuh oleh AS, didukung Israel.

Menurut sumber NYT, opsi ketiga melibatkan pesawat B-1 dan B-2 Amerika, rudal jelajah dari kapal selam, hingga pesawat angkut strategis.

Dalam rapat koordinasi militer AS dan Israel itu, muncul skenario keempat yang lebih agresif sempat dipertimbangkan, namun cepat dibatalkan. Opsi tersebut melibatkan serangan besar-besaran oleh pasukan AS dan pasukan komando Israel dengan dukungan helikopter tempur Osprey.

"Opsi itu menambahkan serangan AS berskala besar dan serangan komando Israel dengan dukungan udara dari helikopter Osprey AS atau pilihan pesawat lainnya," tulis The New York Times.

ISRAEL SERANG IRAN - Serangan Israel di Teheran Iran pada 13 Juni 2025.  Media itu menulis Israel menyerang pemukiman penduduk,.
ISRAEL SERANG IRAN - Serangan Israel di Teheran Iran pada 13 Juni 2025. Media itu menulis Israel menyerang pemukiman penduduk,. (Foto: MehrNews)

Akan tetapi, saat utusan Trump melakukan negosiasi dengan Teheran, yang dimediasi oleh Oman, Israel menjadi tidak sabar.

Netanyahu kemudian melakukan kunjungan singkat ke Trump di Gedung Putih pada April 2025.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan