Konflik Iran Vs Israel
Bau Busuk Limbah Kotoran, Shelter Bom Jadi Rebutan Pemukim Israel: Saling Usir dan Kunci
Warga Israel saling berebutan shelter perlindungan bom saat rudal-rudal Iran menyerang kota-kota utama di Israel. Mereka saling usir dan kunci
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Bau Busuk Penuh Limbah Kotoran, Shelter Bom Jadi Rebutan Pemukim Israel: Saling Usir dan Kunci
TRIBUNNEWS.COM - Kepanikan para pemukim Israel atas serangan rudal Iran menyibakkan kenyataan yang mencoreng apa yang selama ini didengung-dengungkan pemerintah negara pendudukan tersebut.
Harus diketahui, sejak pendudukan Palestina, pemerintah Israel selalu berupaya untuk memproyeksikan citra kohesif, persatuan, dan solidaritas rakyat Israel, menganggap mereka sebagai "bangsa yang ideal" di wilayah tersebut.
Baca juga: Israel Heran Serangan Houthi Tak Sebanyak yang Disangka, Kepala Militer Kena Bom Saat Kunyah Khat
Namun narasi ini mulai terkikis dengan Operasi "Banjir Al Aqsa," yang diluncurkan oleh Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Hamas, pada 7 Oktober 2023 silam.
Citra itu sepertinya makin rusak dengan pecahnya konfrontasi militer langsung antara Iran dan Israel.
Peluncuran rudal Iran ke wilayah Israel, sirene serangan udara mulai berbunyi di berbagai kota, mendorong warga Israel untuk bergegas ke tempat perlindungan sesuai dengan instruksi dari Komando Front Dalam Negeri.
"Namun, sebuah adegan video yang diungkap oleh jurnalis Israel Daniel Amram melalui platform X mengungkap kenyataan yang sama sekali berbeda dari narasi resmi tentang kohesi (persatuan) masyarakat Israel," tulis ulasan Khaberni, Kamis (19/6/2025).
Video itu mendokumentasikan warga sebuah gedung di Kota Petah Tikva, Tel Aviv yang menolak mengizinkan sebuah keluarga dengan anak-anak masuk ke tempat penampungan saat sirene berbunyi.
Ironisnya, larangan masuk bagi keluarga itu dilakukan dengan alasan "bukan karena kurangnya ruang, tetapi masalah prinsip."
Amram menyatakan, polisi tiba di tempat kejadian tanpa mengambil tindakan apa pun, sementara penghuni gedung tetap bersikeras pada posisi mereka dan mengancam akan melarang orang luar masuk jika ada alarm di masa mendatang.
Adegan itu memicu gelombang kemarahan dan perdebatan sengit di kalangan warga Israel di media sosial soal egoisme yang membuncah di antara para pemukim.
Beberapa tweeter berkomentar kalau apa yang terjadi itu "mengejutkan."
Mereka berkata, "Sejak berdirinya negara ini, kita telah mendengar kisah-kisah tentang kekuatan, persatuan, dan solidaritas, tentang pasukan yang tak terkalahkan dan rakyat yang bersatu di masa-masa sulit. Namun, pada saat yang menentukan, muncul gambaran yang berbeda: Kita mulai dengan berjuang untuk memulangkan mereka yang diculik, dan hari ini kita membiarkan orang-orang di jalan selama ultimatum, mencari tempat berlindung."
Netizen lain menulis, "Apa yang membuat orang begitu keras kepala? Itu hanya masalah ketidaknyamanan selama beberapa menit, meskipun secara psikologis sulit, tetapi itu tidak terlalu menyakitkan dibandingkan mengusir tetangga di saat bahaya."
Beberapa orang Israel juga bertanya, "Jika suatu saat kita harus bertengkar memperebutkan sekarung tepung, berapa lama rasa superioritas palsu ini akan bertahan?"
Sementara yang lain menyatakan kalau fenomena ini tidak terjadi secara terpisah, melainkan meluas di banyak tempat, yang menurut mereka telah mulai menyebabkan keretakan besar dalam masyarakat.
Seorang warga Israel menulis, "Memalukan! Di tempat penampungan kami, kami mengizinkan siapa saja masuk dan meninggalkan pintu terbuka. Tidak semua orang punya tempat penampungan, dan ini harus diperhitungkan. Apa yang terjadi membahayakan nyawa warga Israel. Ini skandal yang nyata."
Perlu dicatat kalau video adegan orang Israel saling mengusir tersebar secara beragam.
"Video lain menunjukkan seorang gadis Ukraina di Tel Aviv membenarkan bahwa orang Israel mencegahnya dan orang lain memasuki tempat perlindungan selama alarm berbunyi," kata ulasan tersebut.
Rekaman lainnya mendokumentasikan para pemukim menutup pintu tempat penampungan untuk mencegah orang lain masuk, dengan dalih mencegah kepadatan di dalam shelter, di tengah meningkatnya perang militer antara Tel Aviv dan Teheran.
Bau Busuk Penuh Limbah Kotoran
Terkait shelter perlindung bom di Israel, media Yedioth Ahronoth melaporkan, sejumlah penduduk di selatan Tel Aviv telah berlindung di tempat perlindungan bom besar di stasiun bus pusat dengan beragam keluhan.
"Shelter itu dirancang untuk menahan serangan nuklir, namun keluhan tentang kelalaian dan perawatan yang buruk, justru meluas mengingat serangan yang sedang berlangsung terhadap pendudukan Israel," kata laporan tersebut.
Menurut surat kabar tersebut, pemukim menyatakan ketidakpuasan mereka dengan kondisi di dalam tempat perlindungan tersebut.
Beberapa menggambarkannya sebagai, "tempat yang terabaikan dan tidak layak untuk tempat tinggal jangka panjang," meskipun memiliki fasilitas seperti ruang desinfeksi, tangki air, dan pintu yang diperkuat.
Penduduk lingkungan tersebut, termasuk Safir Omran, menurut terjemahan Khaberni, mengeluh kalau sejumlah tempat perlindungan bom ditutup selama keadaan darurat, diduga karena kekhawatiran akan pencurian.
"Mereka menekankan kalau pihak berwenang harus membukanya dan memberikan instruksi yang jelas dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Ibrani, Arab, dan Amharik, untuk memudahkan akses ke sana pada saat terjadi bahaya," kata laporan tersebut.
Surat kabar itu juga mengutip pernyataan warga dan pengguna fasilitas tersebut, termasuk pemilik usaha dan pengemudi taksi, yang mengatakan, mereka menolak pergi ke tempat penampungan karena bau busuk dan limbah kotoran menyebar di dalamnya.
Mereka juga menekankan kalau tempat penampungan tersebut tidak menyediakan tingkat perlindungan dan keselamatan minimum.
Pemerintah Kota Tel Aviv-Jaffa menanggapi kalau semua tempat penampungan umum terbuka dan dapat diakses.
Mereka juga menyatakan, sekitar 90 titik perlindungan baru telah ditambahkan bekerja sama dengan Komando Front Dalam Negeri sejak awal perang, termasuk rehabilitasi tempat penampungan stasiun pusat.
"Akan tetapi, pemerintah kota mengklarifikasi bahwa tanggung jawab untuk memelihara tempat penampungan tersebut berada di tangan perusahaan pengelola stasiun," kata laporan tersebut.
(oln/khbrn/*)
Konflik Iran Vs Israel
Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber |
---|
Mossad Israel Sukses Rekrut 'Orang Dalam' Nuklir Iran, Teheran Eksekusi Gantung Rouzbeh Vadi |
---|
Iran Bentuk Badan Baru di Era Perang Lawan Israel: Apa Itu Dewan Pertahanan Nasional? |
---|
Termasuk Alamat Rumah, Iran Klaim Punya Profil Lengkap Para Pilot Israel yang Ikut Perang |
---|
Iran Buka Suara Soal Operasi Rahasia, Bantah Incar Warga Sendiri di Eropa dan Amerika |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.