Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Perang Iran-Israel Hari Ke-7, Akankah AS Bergabung? Aksi Protes Meletus di Washington dan New York

Donald Trump menolak memberikan jawaban pasti apakah AS akan bergabung dalam perang melawan Iran.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
Tangkap layar YouTube Sky News
LANGKAH AS - Tangkap layar YouTube Sky News pada 19 Juni 2025, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump saat diwawancarai wartawan di luar Gedung Putih pada Rabu (18/6/2025). Donald Trump menolak memberikan jawaban pasti apakah AS akan bergabung dalam perang melawan Iran. 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Donald Trump membuat dunia bertanya-tanya apakah Amerika Serikat akan turut serta dalam perang Iran-Israel yang kini telah memasuki hari ketujuh, Kamis (19/6/2025).

Mengutip Reuters, saat berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Rabu (18/6/2025), Trump menolak memberikan jawaban pasti apakah ia telah membuat keputusan untuk bergabung dengan Israel dalam melawan Iran.

"Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan," ujarnya.

Trump kemudian menyatakan bahwa pejabat Iran ingin datang ke Washington untuk mengadakan pertemuan.

Namun, ia menambahkan bahwa hal itu "sudah agak terlambat" untuk pembicaraan semacam itu.

Sejauh ini AS belum terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.

Mengutip ABC News, seorang sumber yang mengetahui diskusi internal menyebutkan bahwa Trump dan timnya sedang mempertimbangkan opsi untuk bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran.

TRUMP DI KANADA - Foto diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan anggota G7 di Kanada pada hari Senin (16/6/2025).
TRUMP DI KANADA - Foto diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan anggota G7 di Kanada pada hari Senin (16/6/2025). (Facebook The White House)

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan kepada komite Senat pada hari Rabu bahwa Pentagon siap melaksanakan perintah apa pun yang diberikan oleh presiden.

Dalam konferensi pers berikutnya, Trump kembali menegaskan bahwa ia belum membuat keputusan apakah akan menyerang Iran, tetapi menyebut bahwa perubahan dalam pemerintahan Iran "bisa saja terjadi".

Meski begitu, Trump tetap membuka kemungkinan kesepakatan dengan republik Islam tersebut, dengan menyatakan bahwa banyak pendukung domestiknya tidak ingin melihat Iran memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Rusia memperingatkan agar AS tidak ikut campur.

Baca juga: Iran-Israel Saling Balas Serangan Udara, Menlu Klaim Evakuasi WNI Hanya Bisa Gunakan Jalur Darat

“Intervensi AS dalam konflik Iran-Israel akan memicu lingkaran eskalasi yang mengerikan,” ujar Kremlin pada Kamis (19/6/2025), sebagaimana dilaporkan Interfax.

Di sisi lain, aksi protes meletus di Washington dan New York pada Kamis (19/6/2025).

Para demonstran berkumpul di depan Gedung Putih dan di sejumlah titik di New York untuk menentang serangan Israel terhadap Iran, serta mendesak agar AS tidak terlibat dalam konflik tersebut, menurut laporan Al Jazeera.

“Para demonstran ini menentang pengeboman Israel terhadap Iran dan menolak keterlibatan AS, termasuk dalam bentuk pendanaan miliaran dolar untuk bantuan militer bagi Israel,” kata John Hendren dari Al Jazeera.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan