Konflik Iran Vs Israel
Perang Iran-Israel Hari Ke-7, Akankah AS Bergabung? Aksi Protes Meletus di Washington dan New York
Donald Trump menolak memberikan jawaban pasti apakah AS akan bergabung dalam perang melawan Iran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Febri Prasetyo
Mereka membawa berbagai plakat bertuliskan "Jangan Ganggu Iran Sekarang" dan "Hentikan Pendanaan Genosida".
Aksi ini berlangsung di tengah laporan Bloomberg News yang menyebut bahwa pejabat senior AS “bersiap menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang”.
Laporan tersebut, yang mengutip sejumlah sumber, menyatakan bahwa situasi masih berkembang dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Beberapa sumber, menurut Bloomberg, mengisyaratkan adanya rencana serangan yang mungkin terjadi akhir pekan ini.
Kata Pakar
Ryan Crocker, mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Afghanistan, Irak, Pakistan, Suriah, Kuwait, dan Lebanon, menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan keterlibatan AS dalam perang dan serangan terhadap Iran.
Mengutip Politico, jika AS melakukan serangan langsung, Iran akan memiliki dua pilihan.
Pertama, kembali ke meja perundingan dengan kesiapan untuk mempertahankan kemampuan pengayaan uranium, atau memilih untuk membalas serangan tersebut.
Tindakan balasan bisa mencakup pemblokiran Selat Hormuz, serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Arab, atau serangan terhadap target militer dan diplomatik AS di wilayah tersebut, baik secara langsung maupun melalui milisi-milisi yang berafiliasi dengan Iran.
Kemampuan Iran untuk menimbulkan kerugian besar terhadap Israel memang terus menurun. Namun, mereka tetap memiliki kapasitas untuk melakukan operasi seperti itu, ujar Crocker.
Pembalasan Iran kemungkinan besar akan memicu respons besar-besaran dari AS.
Baca juga: Mehdi Taremi Terjebak di Iran, Inter Milan Krisis di Piala Dunia Antarklub 2025
Namun, kekuatan udara saja tidak akan mampu sepenuhnya menghentikan kemampuan Iran dalam memproduksi senjata nuklir.
Iran telah memiliki pengetahuan teknis, dan baik Israel maupun AS tidak akan mampu membunuh seluruh ilmuwan nuklir mereka.
Satu-satunya cara untuk menghentikan program senjata nuklir Iran adalah melalui kesepakatan yang dapat diverifikasi untuk menghentikan pengayaan nuklir.
Mungkin kekuatan militer AS dapat membujuk Iran untuk menerima pembatasan tersebut.
Namun jika tidak, langkah militer justru berisiko memperluas konflik dan memperkuat tekad Iran untuk mendapatkan senjata nuklir, apa pun risikonya.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Sumber: TribunSolo.com
Konflik Iran Vs Israel
Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber |
---|
Mossad Israel Sukses Rekrut 'Orang Dalam' Nuklir Iran, Teheran Eksekusi Gantung Rouzbeh Vadi |
---|
Iran Bentuk Badan Baru di Era Perang Lawan Israel: Apa Itu Dewan Pertahanan Nasional? |
---|
Termasuk Alamat Rumah, Iran Klaim Punya Profil Lengkap Para Pilot Israel yang Ikut Perang |
---|
Iran Buka Suara Soal Operasi Rahasia, Bantah Incar Warga Sendiri di Eropa dan Amerika |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.