Konflik Iran Vs Israel
Di Mana Tempat yang Aman saat Terjadi Serangan Nuklir? Hindari Sembunyi di Dekat Jendela atau Pintu
Di tengah ancaman ketika perang Israel dan Iran terus memanas, muncul pertanyaan di mana tempat yang aman jika terjadi serangan nuklir.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Israel yakin dalam beberapa bulan terakhir ini Iran tengah mempercepat pembangunan senjata nuklir.
Pada Jumat (13/6/2025), Israel tiba-tiba melancarkan serangan ke Iran karena perundingan yang bertujuan untuk mengekang program nuklir Teheran tidak membuahkan hasil.
Israel mengatakan mereka melihat ancaman eksistensial dari Iran, dan berpendapat jika Iran memperoleh senjata nuklir, mereka akan menggunakannya.
Namun, satu-satunya orang yang tahu pasti apakah Iran sedang berupaya membangun bom nuklir atau tidak adalah ilmuwan nuklir Iran yang paling tepercaya, pejabat keamanan inti, dan pemimpin tertingginya.
Sementara itu, Iran selalu menegaskan bahwa program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai.
Pada pertemuan di Gedung Putih, John Ratcliffe, direktur CIA, memberitahu para pejabat bahwa Iran sangat dekat untuk memiliki senjata nuklir.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengatakan dalam jumpa pers bahwa Iran memiliki bahan yang dibutuhkan untuk membuat bom.
"Mari kita perjelas: Iran memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir," katanya, seperti diberitakan The New York Times, Kamis (19/6/2025).
"Mereka hanya butuh keputusan dari pemimpin tertinggi untuk melakukannya dan butuh beberapa minggu untuk menyelesaikan produksi senjata itu," jelasnya.
Di tengah ancaman ini, muncul pertanyaan di mana tempat yang aman jika terjadi serangan nuklir.
Dikutip dari The Week, berikut sejumlah tempat yang dianggap paling aman jika terjadi serangan nuklir:
Baca juga: Iran Tuding Pengkhianatan Kepala IAEA Pemicu Serangan Israel ke Fasilitas Nuklir Teheran
1. Di dalam Gedung
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids meneliti tempat teraman untuk berlindung di dalam gedung jika terjadi serangan dahsyat.
Para peneliti dari Universitas Nicosia di Siprus menggunakan pemodelan komputer canggih untuk menyelidiki dampak ledakan nuklir berkekuatan 750 kiloton terhadap manusia di dalam gedung yang dekat dengan serangan fiktif tersebut.
Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa "bahkan jika Anda bersembunyi di dalam ruangan" dan relatif jauh dari ledakan, angin berkecepatan tinggi dari ledakan tersebut "masih cukup untuk membunuh atau melukai Anda secara serius", demikian dilaporkan laman teknologi dan sains Gizmodo.
Karena alasan itu, tempat paling berbahaya untuk bersembunyi kemungkinan besar adalah "di sekitar jendela, pintu, dan lorong, karena di sanalah udara akan paling banyak tersapu oleh gelombang kejut".
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.