Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Rudal Iran Hantam Institut Sains Israel, Pembalasan Tewasnya Ilmuwan?  

Gambar-gambar kehancuran menunjukkan puing bangunan Weizmann Institute of Science, jendela pecah, dan dinding hangus. Di dalamnya, penelitian biologi

X @Misra_Amaresh/@Shanna Messaoudi
KAMPUS SAINS ISRAEL - Serangan rudal Iran menghantam Institut Sains Weizmann atau Weizmann Institute of Science, lembaga riset sains paling bergengsi di Israel, pada Minggu dini hari (16/6/2025). Serangan itu disebut-sebut sebagai pembalasan atas serangan udara Israel ke Iran, yang menewaskan sejumlah jenderal dan ilmuwan program nuklir.  

Tahun lalu, Israel menggagalkan plot pembunuhan terhadap seorang ilmuwan institut oleh jaringan spionase Iran. Kini, ancaman tersebut bukan lagi sebatas bayang-bayang.

Meskipun belum ada klaim resmi bahwa Iran menargetkan ilmuwan secara spesifik, para analis menyimpulkan pesan Teheran jelas: konflik tak lagi terbatas pada militer, tapi juga menyasar nadi intelektual negara.

Institut Weizmann yang berada di selatan Tel Aviv, berdiri sejak 1934 dan dikenal sebagai tempat kelahiran komputer pertama Israel, kini menghadapi tantangan eksistensial. Di tengah pusaran konflik bersenjata, lembaga ini menjadi simbol betapa perang modern tak lagi hanya menghancurkan senjata, tapi juga merobohkan fondasi ilmu pengetahuan itu sendiri.

Lebih 20 Jenderal dan Ilmuwan Iran Tewas

KONFLIK ISRAEL-IRAN - Tangkap layar YouTube LiveNOW from FOX pada 13 Juni 2025, memperlihatkan profil Mayor Jenderal Mohammad Bagheri yang tewas dalam serangan Israel.
KONFLIK ISRAEL-IRAN - Tangkap layar YouTube LiveNOW from FOX pada 13 Juni 2025, memperlihatkan profil Mayor Jenderal Mohammad Bagheri yang tewas dalam serangan Israel. (Tangkap layar YouTube LiveNOW from FOX)

Sejak Jumat, 13 Juni 2025, serangan udara Israel yang dikenal sebagai "Operation Rising Lion" telah menewaskan lebih dari 20 tokoh penting militer dan ilmuwan nuklir Iran.

Dari data yang dihimpun, total korban tewas Iran mencapai antara 224 hingga 408 orang, termasuk 90-an anggota militer senior dan puluhan ilmuwan nuklir .

Operasi Rising Lion memicu serangan rudal balasan dari Iran ke wilayah Israel, dan penutupan ruang udara di beberapa negara.

  • Daftar tokoh tinggi Iran yang tewas:
  1. Jenderal Mohammad Bagheri – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran
  2. Jenderal Hossein Salami – Komandan IRGC
  3. Mayjen Gholam Ali Rashid – Komandan Khatam‑al Anbiya Central HQ
  4. Amir Ali Hajizadeh – Panglima Kedirgantaraan IRGC
  5. Davoud Sheikhian – Komandan Pertahanan Udara IRGC
  6. Gholamreza Mehrabi – Wakil Kepala Intelijen Angkatan Bersenjata
  7. Mehdi Rabbani – Wakil Kepala Operasi Angkatan Bersenjata
  8. Hassan Mohaqeq & Mohammad Kazemi – Jajaran intelijen tinggi IRGC
  9. Ali Shadmani – Pejabat senior Khatam‑al Anbiya

Baca juga: Prabowo Bertemu Putin: Rusia Buka Kerjasama Nuklir dan AI dengan Indonesia

  • Daftar ilmuwan progam nuklir Iran yang tewas:
  1. Fereydoon Abbasi – Pakar nuklir dan mantan Kepala Badan Energi Atom Iran
  2. Saeed Borji  – Ilmuwan penting 
  3. Ahmadreza Zolfaghari Daryani – Ilmuwan penting 
  4. Abdulhamid Minouchehr – Ilmuwan penting 
  5. Mohammad Mehdi Tehranchi – Ilmuwan penting 
  6. Seyyed Amir Hossein Faqhi – Ilmuwan nuklir
  7.  Akbar Motlebizadeh – Ilmuwan nuklir
  • Total, setidaknya 9–14 ilmuwan nuklir tewas dalam serangan ini.

(Grace Sanny Vania)
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan