Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Irak Ngamuk Israel Langgar Janji, Iran Lapor ke PBB di Tengah Diplomasi dengan AS

Menteri luar negeri Iran pada hari Jumat (20/6/2025) mengutuk serangan Israel terhadap republik Islam tersebut sebagai pengkhianatan

Tangkap layar YouTube TRT WORLD
ABBAS ARAGHCHI. - Tangkap layar dari YouTube TRT World, Selasa (22/4/2025). Menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat (20/6/2025) mengutuk serangan Israel terhadap republik Islam 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Jumat (20/6/2025) mengutuk serangan Israel terhadap republik Islam tersebut sebagai "pengkhianatan".

Hal itu dilakukan saat Iran tengah  berupaya diplomatik dengan AS.

Menurutnya, Teheran dan Washington seharusnya menyusun "kesepakatan yang menjanjikan" mengenai program nuklir Iran.

"Kami diserang di tengah-tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung," ujar Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, dikutip dari France24.

Araghchi, yang melakukan perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak serangan dimulai, mengecam serangan Israel sebagai "tindakan agresi yang keterlaluan".

Utusan Khusus AS Steve Witkoff telah merencanakan untuk bertemu Araghchi di Oman pada tanggal 15 Juni tetapi pertemuan itu dibatalkan setelah Israel memulai serangan beberapa hari sebelumnya.

"Kami seharusnya bertemu dengan Amerika pada tanggal 15 Juni untuk menyusun perjanjian yang sangat menjanjikan bagi penyelesaian damai atas masalah yang direkayasa atas program nuklir damai kami," kata Araghchi.

"Itu adalah pengkhianatan terhadap diplomasi dan pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap dasar-dasar hukum internasional," katanya.

Israel memulai serangan pada hari Jumat (13/6/2025) dengan mengatakan operasi itu ditujukan untuk menghentikan Teheran memperoleh bom atom, sebuah ambisi yang dibantah Iran.

Iran mengatakan pada hari Minggu (15/6/2025) bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 224 orang, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Iran belum mengeluarkan informasi terbaru sejak saat itu.

Baca juga: Israel Ancam Penjarakan Warga yang Unggah Video Serangan Iran, Media Juga Dilarang Meliput

Serangan Iran yang dilancarkan sebagai respons juga telah menyebabkan kerusakan di Israel, di mana sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, menurut pemerintah.

Araghchi menggambarkan serangan Israel sebagai "perang tidak adil yang dipaksakan kepada rakyatnya" yang telah menewaskan "ratusan orang".

Menunjuk pada risiko radiasi setelah serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir, ia berkata: "Serangan terhadap fasilitas nuklir adalah kejahatan perang yang serius."

"Iran secara wajar mengharapkan masing-masing dari Anda untuk menjunjung tinggi keadilan dan supremasi hukum," tambahnya.

Masuk Irak

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan