Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pangkalan AS di Timur Tengah yang Bisa Saja Jadi Target Iran, Teheran Pernah Bombardir Al-Asad

Sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, diyakini bisa menjadi target atau menargetkan Iran.

Google Earth
PANGKALAN AS AL-ASAD - Foto memperlihatkan citra satelit Pangkalan Udara Al-Asad milik AS di Irak. Sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, diyakini bisa menjadi target atau menargetkan Iran. 

TRIBUNNEWS.com - Pangkalan militer AS di Timur Tengah diprediksi akan menjadi target atau menargetkan Iran, apabila Presiden Donald Trump ikut campur dalam konflik Teheran vs Israel.

Diketahui, Trump sedang memberi waktu bagi dirinya sendiri untuk menentukan apakah akan bergabung dengan Israel dalam melawan Iran, dua minggu lagi.

Sementara itu, sebelumnya, Iran melalui Menteri Pertahanannya, Aziz Nasirzadeh, memperingatkan AS, "semua pangkalan AS (di Timur Tengah) berada dalam jangkauan kami dan kami akan dengan berani menargetkan mereka."

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Rabu (18/6/2025), juga mengatakan, "Kerugian yang akan diderita AS pasti tidak dapat diperbaiki jika mereka memasuki konflik ini (Iran vs Israel) secara militer."

Pangkalan AS mana sajakah yang bisa menjadi target atau menyerang Iran?

Pangkalan Udara di Irak

Dikutip dari Washington Post, Pangkalan Udara Al-Asad yang berada di Irak, terletak 150 mil di sebelah barat Baghdad, menampung ribuan tentara AS.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Pesawat Militer AS Hilang dari Pangkalan Qatar, Lindungi Diri dari Iran?

Pangkalan yang dioperasikan AS bersama Angkatan Udara Irak itu menjadi penempatan pasukan Amerika terbesar di Irak.

Iran dan proksinya diketahui telah berulang kali menyerang Al-Asad dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah AS membunuh Jenderal top Iran, Qasem Soleimani, pada Januari 2020, Teheran menembakkan 16 rudal ke pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak.

Sebelas rudal mendarat di Al-Asad, melukai puluhan tentara AS, sedangkan rudal lainnya menyasar pangkalan militer di Irbal, wilayah semi otonomo Kurdistan di Irak utara.

Milisi yang didukung Iran juga telah meluncurkan rudal dan drone ke Al-Asad pada Agustus 2024.

Pangkalan Militer di Suriah

Pemerintahan Trump pada bulan ini, mengatakan sedang mengurangi kehadiran militer AS di Suriah, dari yang awalnya delapan pangkalan menjadi satu, yakni hanya tersisa Tanf.

Pangkalan Militer Tanf ini berlokasi strategis di Suriah yang dekat perbatasan Irak dan Yordania.

Serangan drone pada Januari 2024, di Tower 22, pos terdepan AS di Yordania yang berjarak 12 mil dari Tanf, menewaskan tiga tentara Amerika dan melukai puluhan lainnya.

Serangan itu menjadi serangan terburuk terhadap militer AS sejak jatuhnya Kabul pada 2021.

Pangkalan di Teluk Persia

Penempatan militer utama AS di Teluk Persia meliputi:

  1. Naval Support Activity Bahrain.
  2. Markas besar Armada ke-5 AS dan rumah bagi 8.300 pelaut Amerika.
  3. Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang memiliki kontingen AS terbesar di Timur Tengah. Al-Udeid yang berada 20 mil di barat daya Doha, merupakan pos komando terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM) dan bisa menampung lebih dari 10.000 tentara.
  4. Kamp Buehring dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
  5. Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi rumah bagi Wing Ekspedisi Udara ke-380 Angkatan Udara AS.

Peringatan Pejabat Iran

Pekan ini, pejabat Iran memperingatkan Qatar, pangkalan AS di Teluk Persia akan menjadi target yang sah sebagai balasan jika Amerika bergabung dengan Iran.

Kedutaan besar dan kompleks diplomatik AS di kawasan itu juga bisa menjadi sasaran.

AS telah mengevakuasi sejumlah personel dan anggota keluarga dari misi di Irak dan Israel.

Militan yang didanai Teheran juga dapat mengancam personel dan kepentingan AS di kawasan tersebut.

Baca juga: Iran Pakai Rudal Baru untuk Serang Markas Mossad Israel, Tak Terdeteksi dan Tak Bisa Dicegat

"Rencana operasional telah ditetapkan untuk tujuan itu," ujar Abu Ali al-Askari, seorang pejabat keamanan dari milisi Syiah Kataib Hezbollah yang didukung Iran dan bermarkas di Irak, Kamis (19/6/2025).

"Tidak diragukan lagi, pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh wilayah akan menjadi seperti tempat berburu bebek. Belum lagi kejutan-kejutan tak terduga yang mungkin menanti pesawat-pesawatnya di langit."

Ketika ditanya tentang persiapan untuk menangkal potensi pembalasan Iran, kantor pers Pentagon pada Kamis, meminta Washington Post mengutip pernyataan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, pada Senin (16/6/2025).

Dalam pernyataannya, Hegseth mengumumkan "pengerahan kemampuan tambahan" ke Timur Tengah.

"Melindungi pasukan AS adalah prioritas utama kami dan pengerahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan postur pertahanan kami di kawasan tersebut," tulis Hegseth di X.

AS Pindahkan Aset Militer

Sementara itu, militer AS telah memindahkan beberapa pesawat dan kapal dari pangkalan di Timur Tengah yang diduga kuat untuk menghindari potensi serangan Iran, kata dua pejabat AS kepada Reuters, Rabu (18/6/2025).

Tindakan itu dilakukan saat Donald Trump membuat dunia bertanya-tanya, apakah AS akan bergabung dengan Israel untuk menyerang Iran.

Secara terpisah, Kedutaan Besar AS di Qatar mengeluarkan peringatan pada Kamis (19/6/2025), yang membatasi sementara personelnya mengakses Pangkalan Udara Al-Udeid.

Kedutaan Besar AS di Qatar meminta para personel dan warga negara AS untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai "tindakan pencegahan yang sangat ketat mengingat permusuhan regional yang sedang berlangsung."

Kedua pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pemindahan pesawat dan kapal merupakan bagian dari rencana untuk melindungi pasukan AS, tetapi menolak mengatakan berapa banyak yang telah dipindahkan dan ke mana aset militer itu dibawa.

Salah satu pejabat mengatakan pesawat yang tidak berada di tempat perlindungan telah dipindahkan dari pelabuhan di Bahrain, tempat armada ke-5 militer berada.

"Ini bukan praktik yang tidak biasa," pejabat itu menambahkan.

"Perlindungan terhadap pasukan adalah prioritas."

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan