Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Hasil Serangan AS terhadap Fordow Iran Masih Diragukan, Tak Bisa Hanya Dilihat dari Citra Satelit

Kerusakan situs nuklir Iran, Fordow, buntut serangan bom penghancur bunker milik AS, masih diragukan.

Kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN
CITRA SATELIT FORDOW - Foto kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN. KIRI: Situasi sebelum serangan – Citra satelit Fordow yang diambil sebelum 21 Juni 2025 menunjukkan bangunan utama fasilitas nuklir Iran masih utuh.KANAN: Setelah digempur – Gambar pasca serangan udara besar-besaran AS, Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Iran. Namun, kerusakan Fordow akibat serangan AS, masih diragukan. 

TRIBUNNEWS.com - Kerusakan fasilitas nuklir Fordow milik Iran pasca-serangan Amerika Serikat (AS), Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Iran, masih diragukan.

Seorang peneliti asosiasi di CNA Corporation, Decker Eveleth, mengatakan kerusakan Fordow tidak cukup hanya dilihat berdasarkan citra satelit.

Aula yang berisi ratusan sentrifus "terkubur terlalu dalam, sehingga kami tidak bisa mengevaluasi tingkat kerusakan berdasarkan citra satelit," kata Eveleth yang fokus terhadap studi citra satelit, Senin (23/6/2025), dikutip dari Reuters.

Sementara itu, mantan inspektur nuklir PBB Yang mengepalai Institut Sains dan Keamanan Internasional AS, David Albright, mengklaim serangan Amerika terhadap Fordow, berhasil.

"Mereka (AS) baru saja menerobos (menyerang) menggunakan MOP (Massive Ordnance Penetrator)" ujarnya, Senin.

"Saya perkirakan fasilitas itu (Fordow) hancur," imbuh dia.

Baca juga: Spesifikasi Bunker Buster GBU-57 MOP AS, Satu-satunya Bom Disebut Bisa Hancurkan Fordow Milik Iran

Citra satelit menunjukkan serangan AS terhadap Fordow menunjukkan fasilitas itu mengalami kerusakan parah di permukaan.

Tampak enam lubang di mana bom penghancur bunker tampaknya telah dilepaskan, serta tanah yang terlihat retak dan tertutup debu.

Namun, tidak ada konfirmasi mengenai kondisi di dalamnya, kata para ahli, Minggu.

Iran diketahui mengubur sebagian besar fasilitas nuklirnya jauh di bawah tanah, termasuk Fordow, untuk melindungi dari serangan seperti yang dilakukan AS pada Minggu dini hari.

AS dan Israel telah menyatakan  mereka bermaksud menghentikan program nuklir Teheran.

Namun, kegagalan untuk menghancurkan seluruh fasilitas dan peralatan nuklir Iran, dapat berarti Teheran secara mudah memulai kembali program senjata yang menurut intelijen AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB telah ditutup pada 2003.

Selain Fordow, AS juga menargetkan dua fasilitas nuklir Iran lainnya, yaitu Natanz dan Isfahan.

Trump: Hancur Total

Pasca-serangan yang diluncurkan militernya, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim fasilitas nuklir Iran yang ditargetkan, telah "hancur total".

Ia mengatakan serangan tersebut "sangat sukses", dilansir Al Jazeera.

Keputusan Trump untuk bergabung dengan Israel menandai eskalasi tajam di kawasan tersebut.

Intervensi AS terjadi lebih dari seminggu, setelah Israel melancarkan serangan tanpa alasan terhadap lokasi nuklir dan militer Iran usai menuduh Teheran membuat bom atom.

Iran, demikian pula pengawas nuklir PBB, telah membantah klaim yang mengatakan Teheran berada di titik puncak pengembangan senjata nuklir.

Iran Pastikan Pembalasan

Sementara itu, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran menyebut AS telah membuka pintu pembalasan, pasca-serangan terhadap tiga fasilitas nuklir, Minggu dini hari.

"Kami tidak akan pernah mundur," tegasnya, Senin, dikutip dari CNN.

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Poros Kejahatan Israel, Ledakan Besar di 3 Kota, 2 Pangkalan Udara Jadi Target

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, menyebut "Amerika yang kriminal" telah "membuka pintu bagi pejuang Angkatan Bersenjata untuk melakukan tindakan apapun yang menentang kepentingan dan tentaranya."

"Kami tidak akan pernah mundur dalam hal ini," Mousavi sekali lagi menekankan pernyataannya.

Ia mengatakan AS telah "secara langsung ikut campur perang dengan melanggar kedaulatan Iran dan tanah suci negara kami."

Terpisah, Juru Bicara Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ibrahim Zolfaqari, memperingatkan pihaknya akan membalas dengan "operasi yang kuat dan terarah yang akan menimbulkan konsekuensi berat, disesalkan, dan tidak bisa diprediksi."

"Trump, Anda bisa saja memulai perang ini, tetapi kamilah yang akan mengakhirinya," pungkas dia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan