Konflik Iran Vs Israel
IAEA Nilai Kerusakan Besar di Fasilitas Nuklir Fordow, Kawah Besar Mungkin karena Bom Bunker AS
IAEA memperkirakan kerusakan besar di fasilitas nuklir Fordow milik Iran, sebut kawah besar yang muncul pada citra satelit mungkin karena bom GBU-57.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Kepala pengawas nuklir PBB (IAEA) Rafael Grossi memberikan informasi terbaru mengenai status fasilitas nuklir Iran setelah dihantam serangan Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu (22/6/2025).
"Kawah sekarang terlihat di lokasi Fordow … yang menunjukkan penggunaan amunisi penembus tanah," kata Rafael Grossi pada pertemuan darurat dewan gubernur IAEA, Senin (23/6/2025).
Meskipun tidak ada satu pihak pun, termasuk IAEA, yang mampu menilai sepenuhnya kerusakan bawah tanah di Fordow, ia mengatakan kerusakan tersebut diperkirakan sangat signifikan.
"Hal ini disebabkan oleh muatan bahan peledak yang digunakan dan sifat sentrifus yang sangat sensitif terhadap getaran,” tambahnya.
Ia juga membahas perkiraan kerusakan pada dua fasilitas nuklir Iran di Isfahan dan Natanz, selain di fasilitas nuklir Fordow.
"Serangan AS di Isfahan menghantam beberapa gedung termasuk beberapa yang berhubungan dengan proses konversi uranium", katanya.
"Pintu masuk ke terowongan yang digunakan untuk menyimpan material yang diperkaya di sana juga tampak terkena serangan," tambahnya.
Di Natanz, ia mengatakan AS menyerang pabrik pengayaan bahan bakarnya, seperti diberitakan Al Jazeera.
Kepala pengawas nuklir PBB mengatakan inspektur IAEA siap memeriksa fasilitas yang menjadi sasaran bila disetujui dengan Iran.
Berbicara pada pertemuan dewan gubernur IAEA, Rafael Grossi kembali menekankan serangan bersenjata terhadap fasilitas nuklir tidak boleh terjadi.
"Serangan semacam itu dapat menyebabkan radiasi yang melampaui batas negara yang menjadi sasaran," katanya.
Baca juga: Jawaban Putin Diminta Ali Khamenei Bantu Iran, Sindir Serangan Amerika, Mau Bantu Perang?
“Karena itu, saya kembali menyerukan pengendalian diri secara maksimal. Eskalasi militer tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga menunda kita untuk menempuh jalur diplomatik," tegasnya.
Ia menegaskan semua ketegangan tersebut hanya bisa diselesaikan dengan
"Untuk mencapai jaminan jangka panjang bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir... kita harus kembali ke perundingan," kata Grossi, seperti diberitakan Al Arabiya.
"Jika jalur diplomatik gagal, kekerasan dan kehancuran dapat mencapai tingkat yang tak terbayangkan," lanjutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.