Konflik Iran Vs Israel
Selat Hormuz Dimiliki Siapa? Iran Ancam Menutup, Amerika Minta Bantuan China
Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Tapi bisakah Iran melakukannya?
Dari awal 2022 hingga bulan lalu, sekitar 17,8 hingga 20,8 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar mengalir melalui selat tersebut setiap hari, menurut data firma analitik Vortexa.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mereka melalui jalur ini, khususnya ke kawasan Asia.
Armada Kelima Angkatan Laut AS, yang bermarkas di Bahrain, bertugas mengamankan pelayaran komersial di wilayah tersebut.
Mengapa Iran Mengancam Menutup Selat Hormuz?
Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) dini hari.
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengebom tiga lokasi tersebut menambah kekhawatiran akan potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran dipastikan tidak tinggal diam.
Menurut para analis, salah satu bentuk pembalasan Iran adalah dengan menutup Selat Hormuz.
Iran sebenarnya sudah beberapa kali mengancam akan menutup selat tersebut, yang tentu akan membatasi arus perdagangan dan memengaruhi harga minyak global.
Namun hingga kini, ancaman itu belum pernah benar-benar direalisasikan.
Apa yang Terjadi Jika Selat Hormuz Ditutup?
Penutupan Selat Hormuz bisa menjadi strategi balasan Iran untuk memberi tekanan langsung kepada Donald Trump, karena hal itu berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan inflasi di AS maupun secara global.
Baca juga: Mengenal Selat Hormuz: Lokasi hingga Dampak Mengerikannya bagi Ekonomi Dunia Jika Iran Jadi Menutup
Namun, tindakan ini juga bisa menjadi bumerang bagi Iran sendiri secara ekonomi.
Minyak Iran juga menggunakan selat yang sama untuk diekspor, dan penutupan itu bisa memicu keterlibatan negara-negara Teluk Arab — yang selama ini mengkritik keras serangan Israel — dalam perang untuk melindungi kepentingan mereka.
Secara khusus, penutupan selat akan sangat merugikan China.
Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, China membeli hampir 90 persen ekspor minyak Iran yang kini berada di bawah sanksi internasional.
Inilah sebabnya mengapa Marco Rubio meminta China untuk membujuk Iran agar tidak menutup Selat Hormuz.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/peta-S1elat-H1ormuz-Iran.jpg)