Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pezeshkian: Iran Akan Patuhi Gencatan Senjata jika Israel Tak Menyerang Lebih Dulu

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, pihaknya akan tetap mematuhi gencatan senjata jika Israel tak melakukan serangan terlebih dahulu.

Tangkapan layar YouTube NBC News
MASOUD PEZESHKIAN - Tangkapan layar YouTube NBC News pada Rabu (12/3/2025) yang menunjukkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam wawancara eksklusif dengan NBC News pada 16 Januari 2025. Masoud Pezeshkian mengatakan, pihaknya akan tetap mematuhi gencatan senjata jika Israel tak melakukan serangan terlebih dahulu. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, pihaknya akan tetap mematuhi gencatan senjata jika Israel tak melakukan serangan terlebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Selasa (24/6/2025).

"Jika rezim Zionis tidak melanggar gencatan senjata, Iran juga tak akan melanggar gencatan senjata," ucapnya, dikutip dari Tasnim News Agency.

Pezeshkian menyebut, rezim Zionis dan pendukungnya berharap bisa menciptakan ketidaknyamanan kepada Iran.

“Namun, warga Iran menunjukkan bahwa, meskipun ada beberapa masalah, mereka tetap bersatu melawan agresi musuh,” tuturnya.

Ia menambahkan, Israel menyerang Iran di tengah negosiasi tak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dengan keyakinan keliru bahwa Teheran tidak memiliki kemampuan untuk merespons dan akan menyerah dalam beberapa hari.

“Rezim Zionis dan para pendukungnya juga mengandalkan hasutan untuk menimbulkan ketidakpuasan dan memobilisasi rakyat Iran,” ungkap Pezeshkian, sebagaimana dilaporkan situs web resminya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan militernya tidak percaya dengan Israel karena gencatan senjata yang diperantarai AS kemungkinan tidak akan bertahan lama.

Dikutip dari Newsweek, pada Selasa ini, Komandan Baru Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Mohammad Pakpour menegaskan bahwa setiap serangan udara tambahan yang terjadi di tengah masa gencatan senjata, akan memicu pembalasan yang lebih besar dari pada serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara AS di Al-Udeid, Qatar.

Iran sendiri membantah laporan Israel soal pelanggaran gencatan senjata.

Kantor Berita Pemerintah Iran menyatakan demikian dalam siarannya dan menyebut apa yang disebarkan oleh Israel adalah laporan palsu.

Baca juga: Emir Qatar Pastikan Pangkalan Militer AS di Negaranya Tak Akan Pernah Dipakai untuk Serang Iran

Bantahan itu didasarkan pada keterangan staf umum angkatan bersenjata Iran yang mencakup militer reguler dan Garda Revolusi paramiliternya.

Sebelumnya Pasukan Militer Israel (IDF) disebut mendeteksi adanya 2 rudal balistik menuju Israel selatan dan sirine pertahanan terdengar. Namun serangan Iran tersebut berhasil diintersep oleh pertahanan Israel.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz merespons dengan memberi komando untuk membalas serangan Iran

Ia meminta militer zionis menanggapi dengan kuat pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, dengan melancarkan serangan balasan intensitas tinggi terhadap target di jantung Teheran.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan