Konflik Iran Vs Israel
Usai Omeli Netanyahu dari Air Force One, Trump Jamin Gencatan Senjata Iran - Israel Berlaku Lagi
Trump disebut sudah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan Iran.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Erik S
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut gencatan senjata antara Iran dan Israel kembali berlaku meski telah terjadi pelanggaran pada awal - awal dimulainya kesepakatan, Selasa (24/6/2025).
Dikutip dari Reuters dan AP News, Trump disebut sudah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas serangan Iran.
Sambungan telepon Trump itu dilakukan dari atas Air Force One yang tengah terbang menuju KTT NATO di Den Haag, Belanda.
Baca juga: Trump: Pesawat Israel Putar Balik, Tak Jadi Serang Iran dan Langgar Gencatan Senjata
Menurut pejabat Gedung Putih, Trump tidak bertele-tele dalam menyampaikan penegasannya atas pentingnya mempertahankan gencatan senjata.
Pejabat tersebut mengatakan Netanyahu langsung memahami keparahan situasi dan mengakui kekhawatiran Trump.
“Israel tidak akan menyerang Iran. Semua pesawat akan berbalik dan pulang, sambil melakukan gelombang pesawat yang bersahabat ke Iran. Tidak ada yang akan terluka. Gencatan senjata itu berlaku,” kata Trump.
Sebelumnya Donald Trump sempat melontarkan kata umpatan yang agak keras setelah mengetahui Israel berniat membalas serangan Iran di masa gencatan senjata.
Trump dengan tajam menegur Israel atas tanggapan militernya untuk merespons serangan rudal Iran yang hanya meledak di udara, setelah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel.
“Sekarang saya mendengar Israel baru saja keluar karena mereka merasa dilanggar oleh satu roket yang tidak mendarat di manapun. Bukan itu yang kita inginkan,” kata Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih untuk menuju KTT NATO di Belanda.
Baca juga: 11 WNI Tiba di Indonesia, 18 Masih Tertahan di Doha Imbas Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS
Sebelumnya Pasukan Militer Israel (IDF) disebut mendeteksi adanya 2 rudal balistik menuju Israel selatan dan sirine pertahanan terdengar. Namun serangan Iran tersebut berhasil diintersep oleh pertahanan Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz merespons dengan memberi komando untuk membalas serangan Iran.
Ia meminta militer zionis menanggapi dengan kuat pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, dengan melancarkan serangan balasan intensitas tinggi terhadap target di jantung Teheran.
Respons ini disebutnya sudah sesuai kebijakan pemerintah Israel untuk menanggapi paksa pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Baca juga: Trump Sesali Israel dan Iran Langgar Gencatan Senjata, Sebut Zionis Tidak Tepati Janjinya
Serangan dari Iran ini menurut Zionis diluncurkan tak lama setelah otoritas Israel mempersilakan warga untuk keluar dari tempat penampungan.
Kepala Staf Umum IDF, LTG Eyal Zamir menyatakan serangan ini adalah pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
“Mengingat pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang dilakukan oleh Iran, kami akan merespons dengan paksa,” kata Zamir.
Iran sendiri membantah laporan Israel soal pelanggaran gencatan senjata. Kantor Berita Pemerintah Iran menyatakan demikian dalam siarannya dan menyebut apa yang disebarkan oleh Israel adalah laporan palsu.
Bantahan itu didasarkan pada keterangan staf umum angkatan bersenjata Iran yang mencakup militer reguler dan Garda Revolusi paramiliternya.
Iran menyatakan bahwa serangan terakhirnya dilakukan pada detik-detik gencatan senjata berlaku efektif.
Konflik Iran Vs Israel
Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber |
---|
Mossad Israel Sukses Rekrut 'Orang Dalam' Nuklir Iran, Teheran Eksekusi Gantung Rouzbeh Vadi |
---|
Iran Bentuk Badan Baru di Era Perang Lawan Israel: Apa Itu Dewan Pertahanan Nasional? |
---|
Termasuk Alamat Rumah, Iran Klaim Punya Profil Lengkap Para Pilot Israel yang Ikut Perang |
---|
Iran Buka Suara Soal Operasi Rahasia, Bantah Incar Warga Sendiri di Eropa dan Amerika |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.