Konflik Iran Vs Israel
Wakil Presiden AS JD Vance Klaim Iran Kini Tak Lagi Mampu Membuat Senjata Nuklir
Wakil Presiden AS JD Vance menilai, Iran kini tidak lagi mampu membangun senjata nuklir dengan peralatan yang mereka miliki.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Sri Juliati
Setelah AS menyerang tiga lokasi nuklirnya, termasuk fasilitas pengayaan bawah tanah Fordow, Iran pun melakukan serangan balasan.
Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Senin (23/6/2025).
Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan ini.
Sementara itu, Gedung Putih telah mem-framing serangan militer terbaru ini sebagai pukulan telak bagi ambisi nuklir Iran sekaligus batu loncatan untuk upaya diplomatik baru di kawasan tersebut.
Gencatan senjata diumumkan menyusul konflik Iran-Israel yang telah berlangsung dalam beberapa dekade
Sejak Jumat, 13 Juni 2025, Israel telah menyerang wilayah Iran, menargetkan instalasi nuklir, militer, dan warga sipil.
Kemudian, Teheran menanggapi dengan serangan rudal balasan sendiri terhadap Israel.
Aksi saling serang antara Iran vs Israel ini pun memicu kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas.
Gencatan senjata Senin (23/6/2025), yang diumumkan oleh Trump, menetapkan bahwa kedua belah pihak memulai penghentian operasi militer secara bertahap.
Iran diperkirakan akan memulai jeda tersebut, diikuti oleh Israel 12 jam kemudian, dan konflik tersebut secara resmi berakhir 24 jam sejak diumumkannya gencatan senjata.
Meskipun dampak jangka panjangnya masih belum diketahui dengan jelas, sejumlah pejabat AS menggambarkan momen tersebut sebagai titik balik.
(Tribunnews.com/Rizki A.)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.