Konflik Iran Vs Israel
Iran gelar Razia, Tangkap 700 Orang yang Diduga Mata-mata Mossad Israel
Pemerintah Iran menggelar razia, tangkap 700 orang dan eksekusi 3 warga yang dituduh memiliki hubungan dengan mata-mata badan intelijen Israel, Mossad
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Pasca gencatan senjata dengan Israel disepakati, pemerintah Iran mulai gencar menggelar razia, menangkap orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan Israel.
Mengutip The Times of Israel, setidaknya sebanyak 700 orang telah ditangkap karena dicurigai sebagai mata-mata badan intelijen Israel, Mossad selama Iran berperang dengan Israel.
Penangkapan bukan dilakukan tanpa alasan, menurut laporan media resmi Iran seperti Fars dan Nournews, penangkapan dilakukan karena orang-orang itu dicurigai terkait dengan jaringan mata-mata Israel yang aktif selama perang.
Pihak pemerintah menyebut bahwa sejak 13 Juni, banyak orang yang ditahan karena dianggap memberikan dukungan intelijen atau peralatan untuk operasi Israel.
Tak hanya itu, agen mata-mata Mossad juga turut menyusup dan menyelundupkan bahan peledak serta rudal yang ditujukan untuk menyerang Iran dari dalam dengan menargetkan sejumlah tokoh penting militer dan ilmuwan nuklir Iran.
Alasan tersebut yang mendorong Iran untuk gencar menggelar operasi penangkapan agen mata-mata Mossad.
Untuk menyukseskan operasi ini Pihak keamanan Iran mengklaim meningkatkan patroli di lokasi publik dan kawasan sensitif.
Iran juga disebut memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) dan pengenalan wajah untuk menelusuri gerak-gerik orang asing atau warga lokal yang memiliki hubungan dengan entitas luar negeri.
Mereka mencari pola pergerakan yang tidak biasa, seperti sering berpindah tempat atau mengunjungi area militer.
Mereka yang bertindak mencurigakan akan langsung diamankan untuk diinterogasi secara intensif, dengan tekanan untuk mengungkap jaringan, metode perekrutan, atau lokasi tempat tinggal agen lainnya.
Iran Eksekusi 3 Agen Mossad
Selain menggelar penangkapan, Pemerintah Iran melaporkan bahwa tiga pria yakni Idris Ali, Azad Shojai, dan Rasoul Ahmad Rasoul telah dieksekusi melalui hukuman gantung pada Rabu (25/6/2025).
Eksekusi digelar setelah pengadilan Iran menyatakan bahwa ketiga pria tersebut bekerja sebagai bagian dari jaringan spionase yang telah beroperasi selama masa perang Iran-Israel.
Baca juga: Pengakuan Mata-Mata Israel di Hadapan Pejabat Iran, Terungkap Alasan Jadi Agen Mossad
Mereka juga dituduh berencana menargetkan individu penting dan fasilitas strategis.
Dalam pernyataan resminya, kantor kejaksaan menyebut bahwa “ketiganya mengaku telah melakukan kontak dengan agen luar negeri dan menerima pelatihan serta perintah dari rezim Zionis (Israel).”
Meski menuai kritik, pemerintah Teheran menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari menjaga kedaulatan nasional di tengah ancaman perang yang belum sepenuhnya usai.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.