Rabu, 13 Mei 2026

Wali Kota Nagasaki Desak Reformasi Besar-besaran PBB Demi Perdamaian Dunia

Suzuki menegaskan bahwa sebenarnya banyak yang dapat dilakukan PBB untuk mewujudkan perdamaian dunia yang lebih baik

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Ricard Susilo
REFORMASI PBB - Walikota Nagasaki Jepang Shiro Suzuki (57) menekankan perlunya reformasi besar-besaran di badan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Wali Kota Nagasaki, Jepang, Shiro Suzuki (57), menekankan perlunya reformasi besar-besaran di badan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Mestinya badan raksasa seperti PBB bisa berperan kuat sebagai tempat untuk perdamaian dunia. Namun kini terlihat lemah dan perlu reformasi besar-besaran terhadap PBB,” ungkap Suzuki kepada Tribunnews.com pekan lalu.

Suzuki menegaskan bahwa sebenarnya banyak yang dapat dilakukan PBB untuk mewujudkan perdamaian dunia yang lebih baik.

Namun, faktanya konflik dan peperangan justru terus bermunculan di berbagai belahan dunia.

Walikota yang lahir di Nagasaki pada 16 Juli 1967 ini mengaku keluarganya merupakan penyintas langsung tragedi bom atom Nagasaki.

Baca juga: Profil Francesca Albanese, Pejabat PBB yang Rilis 48 Perusahaan Global Terlibat Genosida Gaza

“Saya keturunan kedua dari korban bom atom Nagasaki dan mendengar langsung cerita tersebut dari orangtua saya sendiri,” tuturnya.

Menurut Suzuki, tongkat estafet perdamaian dari para hibakusha (penyintas bom atom) kepada generasi muda harus terus dilanjutkan untuk menciptakan dunia tanpa senjata nuklir.

Dengan semakin dekatnya waktu ketika tidak akan ada lagi hibakusha yang masih hidup, Pemerintah Kota Nagasaki berupaya menjalankan berbagai inisiatif.

Salah satunya, menggunakan sorotan dari Penghargaan Nobel Perdamaian yang baru-baru ini diraih Jepang untuk menyebarluaskan realitas dampak bom atom di seluruh negeri dan kepada komunitas internasional.

Suzuki menyatakan dirinya akan terus mempromosikan tekad Nagasaki untuk perdamaian dunia, sekaligus mempersiapkan peringatan 100 tahun pengeboman atom di masa mendatang.

Ia berharap upaya ini dapat menjadi cara efektif dalam mewariskan kisah nyata tragedi bom atom dari generasi ke generasi.

Selain itu, Walikota Suzuki juga akan membahas berbagai inisiatif perdamaian dan penghapusan senjata nuklir, terutama menjelang peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

“Penting untuk mengundang perwakilan dari seluruh dunia agar dapat menyaksikan secara langsung dampak kemanusiaan senjata nuklir dan memperkuat komitmen terhadap perdamaian. Surat undangan sudah kami kirimkan kepada seluruh duta besar asing di Jepang,” ujarnya.

Pada Kamis (26/6/2025), Suzuki juga menyuarakan penyesalannya atas pernyataan kontroversial Presiden AS, Donald Trump, yang membandingkan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran dengan pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved