5 Populer Internasional: Kekuasaan Netanyahu di Ujung Tanduk - Dampak 2 Tahun Perang di Gaza
5 berita terpopuler internasional: peringatan dua tahun perang di Gaza hingga posisi politik PM Israel berada di ujung tanduk.
TRIBUNNEWS.COM – Isu politik dan keamanan di Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia.
Memasuki dua tahun sejak perang di Gaza dimulai, situasi di kawasan tersebut masih menunjukkan ketegangan, sementara posisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kian berada di ujung tanduk.
Berikut rangkuman 5 berita internasional terpopuler dalam 24 jam terakhir.
1. Kekuasaan Netanyahu di Ujung Tanduk, Oposisi Satukan Kekuatan Jegal PM Israel Jelang Pemilu 2026
Politik di Israel tengah bergejolak setelah mencuatnya isu keretakan hubungan menteri dan anggota kabinet keamanan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Adapun retaknya hubungan politik terjadi buntut perbedaan arah kebijakan militer Israel di Jalur Gaza.
Sumber internal di Tel Aviv menyebutkan beberapa pejabat tinggi menilai pendekatan Netanyahu terhadap Gaza terlalu keras dan tidak memiliki strategi keluar yang jelas.
Mereka menuding Netanyahu terjebak pada keputusan militer tanpa arah diplomasi yang konkret sehingga memperpanjang penderitaan warga sipil dan memperburuk citra Israel di mata dunia di tengah memanasnya konflik Gaza yang telah berlangsung sejak 2023 silam.
Di sisi lain, Netanyahu bersikukuh bahwa operasi di Gaza harus berlanjut hingga “tujuan keamanan nasional sepenuhnya tercapai”.
Ia menolak tekanan dari pihak manapun yang mendesak gencatan senjata, dengan alasan bahwa setiap jeda hanya akan memberi waktu bagi Hamas untuk memperkuat diri.
Netanyahu Dianggap Gagal Bawa Perdamaian
Namun, sikap keras tersebut justru menimbulkan ketegangan di dalam kabinet.
Beberapa anggota dewan keamanan nasional merasa bahwa Netanyahu menggunakan isu keamanan untuk mempertahankan posisi politiknya di tengah turunnya popularitas.
Baca juga: Israel Peringati Dua Tahun Perang Gaza: Rakyat Mulai Lelah, Tuntut Pemerintah Segera Akhiri Konflik
Ketidaksepahaman itu membuat rapat-rapat kabinet berlangsung tegang, bahkan dalam beberapa kesempatan, sumber internal menyebutkan terjadi adu argumen terbuka antara Netanyahu dan pejabat militernya.
Baru-baru ini Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara vokal mengkritik strategi Netanyahu.
Ia menilai serangan terus-menerus tanpa rencana politik jangka panjang justru dapat memperluas konflik dan merugikan posisi Israel di kawasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-TERPOPULER-INTERNASIONAL-8okt25.jpg)