Baru Saja Dilantik, PM Sanae Takaichi Dikabarkan akan Deportasi Besar-besaran Warga Asing di Jepang
Beredar rumor daring PM Jepang yang baru berencana untuk melakukan deportasi massal terhadap warga negara asing, termasuk warga Indonesia?
Ringkasan Berita:
- Viral di media sosial PM Jepang yang baru Sanae Takaichi akan mendeportasi banyak warga asing di negara itu
- Kebijakan Sanae ini mirip yang dilakukan Presiden AS Donald Trump di awal-awal menjabat
- Warga Jepang belakangan ini mengeluhkan ulah warga asing di negara itu yang tidak sopan dan melanggar tradisi lokal
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Sanae Takaichi dilantik sebagai perdana menteri wanita pertama Jepang pada Selasa (21/0/2025).
Namun baru sehari setelah pelantikan beredar rumor daring dia berencana untuk melakukan deportasi massal terhadap warga negara asing, termasuk warga Indonesia?
Berdasarkan kantor Imigrasi Jepang per Desember 2024, jumlah WNI di Jepang mencapai 199.824 orang,
Mengapa Hal Ini Penting?
Jepang, salah satu negara dengan budaya paling homogen di dunia, telah lama menerapkan kontrol imigrasi yang ketat.
Namun jumlah warga asing di Jepang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, mencapai rekor 3 persen dari populasi negara itu pada tahun 2024.
Ini terjadi seiring dengan pelonggaran persyaratan visa yang dilakukan Jepang beberapa tahun terakhir.
Akibatnya banyak warga asing ke Jepang bekerja terutama di sektor industri yang kekurangan tenaga kerja lokal.
Tenaga kerja lokal di Jepang mengalami penurunan karena angka kelahiran turun.
Negara ini juga mengalami tingkat kunjungan wisata yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kunjungan wisata naik 48 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.
Warga Jepang kerap mengeluhkan ulah wisatawan atau pekerja asing yang tidak sopan dan tidak menghargai tradisi Jepang.
Sentimen anti asing ini dimanfaatkan oleh beberapa politisi sayap kanan seperti Sanae Takaichi yang baru saja terpilih jadi PM Jepang.
Apa yang Perlu Diketahui?
Pengetatan imigrasi menjadi tema sentral dalam platform politik Takaichi.
Politisi konservatif garis keras ini menyerukan tindakan keras terhadap imigran ilegal dan warga negara asing yang melebihi batas waktu visa mereka.
Ia juga menyuarakan keprihatinannya atas perilaku tidak tertib dan bulan lalu mengklaim bahwa pengunjung asing telah menendang rusa suci di Taman Nara, sebuah objek wisata populer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potret-Sanae-Takaichi-321.jpg)