Konflik Rusia Vs Ukraina
Kyiv Kena Tikung, Pejabat AS dan Rusia Diam-diam Susun Rencana Perdamaian Perang Ukraina
Pejabat AS dan Rusia ternyata diam-diam telah menyusun rencana perdamaian perang Ukraina tanpa mengajak Kyiv. Kejadian ini membuat Ukraina khawatir.
Dalam konteks diplomatik yang aktif ini, posisi fundamental kedua belah pihak tetap tidak berubah.
Kyiv, yang didukung oleh pemerintah Eropa, terus mendorong gencatan senjata di sepanjang garis depan yang ada saat ini.
Sebaliknya, Moskow tetap bersikeras agar Ukraina menyerahkan wilayah timur di Oblast Donetsk dan Luhansk.
Zelensky Cari Dukungan Baru
Di tengah dorongan AS, Presiden Zelensky mengumumkan pada Selasa (18/11/2025) bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Turki untuk "menghidupkan kembali negosiasi" dengan Rusia, menandakan upaya baru untuk melibatkan berbagai saluran diplomatik.
Dalam pernyataan yang sama, Trump menegaskan harapannya untuk menghentikan perang, meskipun upaya mediasi selama hampir sepuluh bulan belum membuahkan hasil nyata.
"Saya telah menghentikan delapan perang," ujar Presiden AS tersebut.
"Saya punya satu lagi yang harus diselesaikan dengan (Vladimir) Putin."
"Saya sedikit terkejut dengan Putin. Ini memakan waktu lebih lama dari yang saya duga," pungkasnya.
Sekembalinya dari Turki, Zelensky melalui unggahan di media sosial X menyatakan bahwa "hanya Presiden Trump dan Amerika Serikat yang memiliki kekuatan yang cukup agar perang dapat berakhir secara permanen".
Baca juga: Ini Dia Surveyor, Drone Andalan Ukraina Berjuluk Shahed Killer Rusia yang Ditiru NATO
Dirinya menambahkan bahwa Ukraina mendukung "setiap proposal yang kuat dan adil untuk mengakhiri perang ini" dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyambut baik kesediaan Turki untuk terlibat dalam upaya diplomatik dan menegaskan bahwa Kyiv "siap bekerja dalam format berarti lainnya yang dapat menghasilkan hasil".
Serangan Rusia Makin Gencar
Kabar mengenai draf rencana perdamaian ini muncul bertepatan dengan serangan besar-besaran Rusia di Ukraina barat.
Serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia pada Rabu malam menargetkan beberapa gedung bertingkat di kota Ternopil, serta fasilitas energi di Ivano-Frankivsk dan Lviv.
Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan bahwa serangan di Ternopil menewaskan sedikitnya 25 orang, termasuk tiga anak-anak, dan melukai 73 lainnya, di antaranya 15 anak.
Insiden ini terjadi saat sebagian besar warga sedang tidur.
Rusia sendiri diketahui tengah melancarkan kampanye sistematis untuk menghancurkan infrastruktur sipil Ukraina menjelang musim dingin.
(Tribunnews.com/Whiesa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Facebook-Zelenskyyy-23423.jpg)