Kamis, 21 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Memohon ke Trump untuk Mendukung dalam Mengajukan Amnesti di Kasus Korupsi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta dukungan kepada Presiden AS, Donald Trump dalam mengajukan amnesti atas kasus korupsi.

Tayang:
YouTube Al Jazeera English
TRUMP DAN NETANYAHU - Gambar yang diambil pada Rabu (9/7/2025) menunjukkan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) di Gedung Putih pada Senin (7/7/2025). Netanyahu diketahui meminta dukungan dari Trump dalam mengajukan amnesti atas kasus korupsi yang menimpanya kepada Presiden Israel, Isaac Herzog. 

Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta Presiden AS, Donald Trump untuk mendukungnya dalam mengajukan permohonan ampunan atau amnesti atas kasus korupsi.
  • Sebelumnya, Netanyahu telah mengajukan amnesti kepada Presiden Israel, Isaac Herzog.
  • Langkah Netanyahu dalam meminta amnesti kepada Presiden Herzog merupakan hal yang luar biasa.

TRIBUNNEWS.COM - Dalam mengajukan permohonan ampunan atau amnesti kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta bantuan ke Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta dukungan berkelanjutan dari Donald Trump terkait upaya pengajuan amnesti presiden atas kasus korupsi yang tengah dihadapinya.

Permintaan tersebut disampaikan Netanyahu dalam sebuah panggilan telepon pada Senin (1/12/2025), sehari setelah ia secara resmi mengajukan permohonan amnesti kepada Isaac Herzog.

Dari laporan Axios, menyebutkan bahwa selama percakapan yang berlangsung panjang tersebut, kedua pemimpin itu utamanya membahas isu-isu sensitif terkait situasi di Gaza dan Suriah.

Namun, Presiden Trump kembali menyinggung masalah peradilan domestik Israel.

Mengutip dua pejabat AS dan satu pejabat Israel, Axios melaporkan bahwa Netanyahu mendesak Trump untuk terus mengadvokasi pengampunannya.

Trump sendiri telah berulang kali mendukung langkah tersebut, baik secara publik maupun privat.

Sebelumnya, Trump telah mengirim surat kepada Presiden Herzog, mendesak agar Netanyahu diberikan keringanan, dan menyebut dakwaan yang menjeratnya sebagai "perang hukum politik" yang tidak berdasar.

Langkah Netanyahu dalam meminta amnesti kepada Presiden Herzog merupakan hal yang luar biasa.

Pengacara Netanyahu, Amit Hadad menyerahkan memorandum hukum setebal 111 halaman bersama dengan surat pribadi dari Netanyahu.

Hadad berpendapat bahwa pengampunan akan memungkinkan Perdana Menteri untuk mengabdikan seluruh waktu dan energinya dalam memajukan Israel di masa-masa kritis ini.

Baca juga: Trump Wanti-Wanti Israel, Minta PM Netanyahu Jangan Sentuh Suriah

"Pemberian permintaan ini akan memungkinkan Perdana Menteri untuk mencurahkan seluruh waktu, kemampuan, dan energinya untuk memajukan Israel di masa-masa kritis ini," tulis Hadad, dikutip dari CNN.

Permintaan Netanyahu ini bersifat formal dan langsung.

Kantor Kepresidenan, yang menyadari sifat luar biasa dari permintaan tersebut, telah mentransfernya ke Departemen Pengampunan Kementerian Kehakiman.

Departemen ini akan mengumpulkan opini dari badan-badan hukum dan profesional yang relevan sebelum mengirimkan penilaian tersebut kepada penasihat hukum Herzog, yang kemudian akan menyiapkan rekomendasi untuk Presiden.

Implikasi Hukum dan Politik

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved