Amerika Versus Venezuela
Mengapa AS Serang Venezuela? Dari Isu Narkoba, Minyak, dan Geng Kriminal
Mengapa AS serang Venezuela? Setidaknya ada beberapa alasan mulai dari isu narkoba, minyak, dan geng kriminal Venezuela yang datang ke AS.
AS telah berulang kali menyerang kapal-kapal di lepas pantai Venezuela, berbulan-bulan sebelum serangan pada hari ini.
Pada akhir November 2025, Trump berupaya mencegah warga Venezuela yang dicurigai memperdagangkan narkoba dengan membatasi akses masuk ke AS.
Selain itu, AS menempatkan kapal induk USS Gerald R. Ford dan sejumlah kapal perang lainnya di Karibia, yang menjadi ancaman militer bagi Venezuela.
Pada 10 Desember 2025, pasukan AS yang berada di cekungan Karibia mengambil kendali penuh atas sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela.
Setidaknya, AS telah menyerang lebih dari 30 kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, menurut pemerintah Trump.
Selain mengancam dengan tindakan militer, Trump juga memperingatkan Maduro pada malam Natal lalu, yang secara tidak langsung mengancam kekuasaannya.
Sementara itu, serangan AS pada 31 Desember lalu meningkatkan jumlah korban tewas menjadi setidaknya 110 orang sejak awal September, lapor AP News.
Trump: Presiden Maduro dan Istrinya Ditangkap
Trump mengklaim bahwa AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores setelah meluncurkan serangan ke wilayah Venezuela pada hari Sabtu.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Trump di platform media sosial Truth Social, Sabtu.
Sementara pejabat AS mengatakan Presiden Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan elit AS.
"Pasukan Delta Angkatan Darat AS, sebuah unit pasukan khusus elit, melakukan operasi untuk menangkap Maduro," kata para pejabat kepada CBS News.
Dalam sebuah pernyataan, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyerukan kepada AS untuk mengeluarkan "bukti keberadaan" Maduro.
Berbicara melalui telepon kepada TV Venezuela, Rodriguez mengatakan bahwa dia mengetahui keberadaan Maduro dan istrinya tanpa memberikan bukti.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-344353434543534.jpg)