Konflik Rusia Vs Ukraina
Mengadu ke AS, Ukraina Butuh Bantuan Sistem Pertahanan Udara
Ukraina menyampaikan kebutuhan mendesak akan sistem pertahanan udara untuk melawan serangan Rusia dan melindungi wilayah udaranya.
Di tengah perang yang masih berlangsung. Amerika Serikat bersama sekutunya terus mendorong upaya perundingan damai agar konflik berkepanjangan ini dapat segera diakhiri.
-
Warga Rusia yang Ikut Perang Dilarang Masuk Estonia
Kementerian Luar Negeri Estonia melarang 261 warga Rusia yang berperang di Ukraina untuk memasuki Estonia.
“Ini baru permulaan,” kata Markus Tsahkna, Menteri Luar Negeri Estonia, Selasa (13/1/2026).
“Kami menyerukan negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama,” lanjutnya.
Estonia, yang berbatasan dengan Rusia, telah menyerukan larangan visa di seluruh Eropa bagi veteran Rusia dari perang Ukraina, dan telah mendapatkan dukungan dari negara-negara Baltik dan Nordik.
Kementerian Dalam Negeri Estonia memperkirakan sebanyak 1,5 juta warga Rusia telah ikut serta dalam invasi tersebut, sekitar setengahnya bertugas di garis depan.
Menteri Dalam Negeri Estonia, Igor Taro, mengatakan ancaman yang ditimbulkan bukanlah teoretis.
"Rusia memiliki pengalaman tempur dan pelatihan militer, dan mungkin sering kali memiliki latar belakang kriminal," katanya.
Kementerian dalam negeri mengatakan mereka yang telah melakukan kekejaman di Ukraina tidak memiliki tempat di dunia bebas.
Langkah ini dipuji oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrij Sybiga, yang menyebut larangan masuk sebagai langkah keamanan yang diperlukan dan sinyal yang jelas bahwa impunitas tidak akan ditoleransi.
-
Parlemen Ukraina Setujui Pengunduran Diri Denis Shmigal
Parlemen Ukraina (Rada) menyetujui pengunduran diri Menteri Pertahanan Denis Shmigal dalam pemungutan suara pada Selasa, dengan dukungan 265 suara, melampaui ambang batas yang dibutuhkan.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah perombakan kabinet yang diperintahkan Presiden Volodymyr Zelensky menyusul sejumlah skandal korupsi yang melibatkan pejabat tinggi.
Rada juga mengesahkan pemecatan Menteri Transformasi Digital Mikhail Fedorov.
Namun, parlemen menolak usulan Zelensky yang menominasikan Shmigal sebagai Menteri Energi dan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan baru karena kurang dukungan suara. Pemungutan suara ulang dijadwalkan pada Rabu.
Ukraina hingga kini belum memiliki menteri energi sejak November lalu, setelah pengunduran diri Svetlana Grinchuk akibat skandal korupsi di perusahaan nuklir negara, Energoatom.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKY-3423423.jpg)