Senin, 4 Mei 2026

5 Populer Internasional: 7 Skenario AS Serang Iran - China Eksekusi Mati 11 Bos Penipuan Online

Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dan Trump mengancam Iran dengan serangan lebih dahsyat.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dan Trump mengancam Iran dengan serangan lebih dahsyat. 
  • China mengeksekusi mati 11 bos penipuan online dari klan Ming yang beroperasi di Myanmar.
  • Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Putin untuk membahas masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah.


TRIBUNNEWS.COM -
Potensi serangan Amerika Serikat ke Iran masih menjadi sorotan utama dunia dalam 24 jam terakhir.

10 kapal tempur AS mangkal di Timur Tengah, semantara Donald Trump memperingatkan serangan berikutnya akan lebih dahsyat.

Sementara itu, Pemerintah China mengeksekusi mati 11 anggota klan Ming atas kejahatan pembunuhan, penahanan ilegal, dan pengoperasian scam center di Myanmar.

Simak berita selengkapnya.

1. 10 Kapal Tempur AS Mangkal di Timur Tengah, Trump Kirim Ancaman Terbuka ke Iran

Amerika Serikat kembali memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan sejumlah kapal tempur induk tambahan.

Langkah ini membuat total kapal perang AS di kawasan tersebut mencapai 10 unit, sebuah kekuatan signifikan yang memberi Presiden Donald Trump daya tembak besar jika memutuskan mengambil opsi militer terhadap Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat, Rabu (28/1/2026) waktu setempat, mengonfirmasi bahwa armada tersebut mencakup kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang membawa hingga 90 pesawat dan helikopter.

KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017.
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017. (US Navy)

Termasuk jet tempur siluman F-35C, F/A-18 Super Hornet, serta pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye

Mengawal kapal induk tersebut, Angkatan Laut AS mengerahkan kapal perusak kelas Arleigh Burke.

Kapal perusak ini dilengkapi sistem tempur Aegis, radar canggih, serta peluncur vertikal yang mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk, rudal pertahanan udara SM-2 dan SM-6, serta rudal anti-kapal.

Selain kelompok kapal induk, terdapat tiga kapal perusak tambahan yang beroperasi secara terpisah di kawasan Timur Tengah.

Kapal-kapal ini berfungsi memperluas jangkauan pengawasan, menjaga jalur pelayaran strategis, serta memperkuat sistem pertahanan rudal terhadap ancaman balistik atau serangan udara.

Tak sampai disitu, mengutip dari Aawsat, Amerika Serikat juga menempatkan tiga kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship/LCS) yang dirancang untuk operasi di perairan dangkal dan sempit, seperti Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Kombinasi kapal induk, kapal perusak, dan kapal tempur pesisir ini memberikan Amerika Serikat kemampuan tempur multidomain udara, permukaan laut, dan pertahanan rudal menegaskan skala kesiapsiagaan militer AS yang kini diarahkan ke kawasan Teluk.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Permintaan AS Tak Digubris Iran, Trump: Serangan Berikutnya Lebih Dahsyat

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved