Rahasia Jepang Kuasai Material Chip Dunia
Di balik AI dan data center dunia, ada ABF buatan Ajinomoto. Material ini kunci chip canggih dan posisi strategis Jepang di industri semikonduktor
Ringkasan Berita:
- Di balik pesatnya perkembangan AI dan pusat data global, terdapat material krusial bernama Ajinomoto Build-up Film (ABF) yang menjadi fondasi chip modern
- Diproduksi oleh Ajinomoto Co., Inc., ABF berfungsi sebagai lapisan isolator, penahan panas, dan penopang kepadatan sirkuit tinggi pada semikonduktor kelas atas
- Dominasi Ajinomoto menempatkan Jepang pada posisi strategis dalam rantai pasok industri chip dunia.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Di balik ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI), pusat data (data center), hingga prosesor performa tinggi yang menggerakkan ekonomi digital global, terdapat satu material krusial yang jarang dikenal publik yaitu Ajinomoto Build-up Film (ABF).
Inilah lapisan isolator pada papan sirkuit tempat chip dipasang untuk semikonduktor terbaik di Jepang saat ini.
Fungsinya meliputi untuk mengisolasi jalur listrik. Kemudian juga menahan dan mendistribusikan panas.
Lalu juga memberikan stabilitas mekanis serta mendukung kepadatan sirkuit sangat tinggi
Tanpa material seperti ABF, miniaturisasi dan peningkatan performa chip modern hampir mustahil dilakukan.
Baca juga: Profesor Kyoto Ungkap Dampak Jangka Panjang Gempa Dahsyat 2011, Ubah Struktur Geologi Jepang
Material ini diproduksi oleh raksasa Jepang Ajinomoto Co., Inc.—perusahaan yang selama ini lebih dikenal sebagai produsen MSG dan bumbu masak.
"Ajinomoto melakukan Riset Kimia Pangan yang kemudian memasuki Jantung Industri Chip Dunia," ungkap seorang eksekutif semikonduktor Jepang kepada Tribunnews.com Jumat lalu (13/2/2026).
Di balik reputasi kulinernya, tanpa ketahuan banyak orang kini Ajinomoto memainkan peran strategis dalam industri semikonduktor dunia.
Apa Fungsi ABF?
ABF digunakan sebagai lapisan isolator pada papan sirkuit tempat chip dipasang.
Pengembangan ABF bermula pada pertengahan 1990-an.
Ajinomoto memanfaatkan keunggulan risetnya di bidang kimia resin dan teknologi berbasis asam amino.
Saat itu, industri semikonduktor membutuhkan material baru untuk substrat build-up (multi-layer) yang lebih tipis, presisi tinggi, tahan panas, serta mampu mendukung kepadatan jalur listrik yang semakin rapat.
Sekitar 1996–1999, ABF mulai dikomersialkan untuk digunakan dalam paket chip kelas tinggi, terutama prosesor komputer pribadi (PC).
Standar Global pada 2000-an
Memasuki era 2000-an, penggunaan ABF meluas ke prosesor server dan perangkat elektronik canggih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/semikonduktorjeang11.jpg)