Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Bakal 'Butakan Mata' AS Jika Perang Pecah, Radar AN/TPY-2 Jadi Target Rudal Hipersonik

Teheran telah memberi sinyal bahwa pangkalan militer AS di kawasan Teluk akan diserang jika Washington memulai serangan.

HO/IST
TARGET IRAN - Radar AN/TPY-2 yang mendukung arsitektur THAAD ditempatkan strategis di Timur Tengah, termasuk di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Radar ini bertujuan menyediakan data pelacakan resolusi tinggi terhadap potensi peluncuran rudal balistik Iran.  

Arsitektur Active Electronically Scanned Array (AESA) miliknya memungkinkan pembedaan antara hulu ledak dan umpan (decoys). 

Hal ini memungkinkan rudal pencegat untuk memprioritaskan objek mematikan di tengah lingkungan ancaman yang kompleks.

Radar AN/TPY-2 yang mendukung arsitektur THAAD ditempatkan strategis di Timur Tengah, termasuk di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, bertujuan menyediakan data pelacakan resolusi tinggi terhadap potensi peluncuran rudal balistik Iran

Radar tambahan ditempatkan di UEA dan Arab Saudi sebagai bagian dari jaringan pertahanan berlapis yang melindungi pasukan AS, instalasi militer sekutu, dan infrastruktur energi penting. 

Radar AN/TPY-2 berbasis maju juga berada di Provinsi Malatya, Turki, beroperasi dalam mode peringatan dini untuk memperpanjang waktu deteksi rudal bagi NATO dan mitra regional.

Selain Teluk, AS mengoperasikan radar AN/TPY-2 di Israel, memperkuat kerangka pertahanan rudal berlapis Israel dan memberikan cakupan peringatan dini terhadap ancaman balistik jarak jauh. 

Kapabilitas radar AN/TPY-2 juga dikaitkan dengan penempatan di Yordania pada periode ketegangan regional, memperkuat perlindungan pasukan AS dan memperluas cakupan sensor di koridor Levant.

Doktrin pembalasan Iran

Teheran telah memberi sinyal bahwa pangkalan militer AS di kawasan Teluk akan diserang jika Washington memulai serangan.

Hal ini menetapkan kerangka pencegahan kondisional yang jelas, di mana negara tuan rumah menjadi peserta tidak langsung dalam dinamika eskalasi AS-Iran.

Dalam kerangka ini, sistem radar menjadi target yang sangat menarik. Penghancuran radar tersebut akan mendegradasi lini masa peringatan dini, mempersempit jendela reaksi bagi pencegat, dan meningkatkan probabilitas keberhasilan penetrasi rudal Iran.

Pemasukan instalasi radar dalam kalkulasi pembalasan Iran menunjukkan pergeseran dari pembalasan simbolis atau terbatas menuju penargetan operasional sistem pendukung yang menjadi dasar kapasitas pertahanan AS dan sekutunya.

Logika strategis ini mencerminkan doktrin Iran yang lebih luas, yaitu menekankan pada penolakan keuntungan lawan daripada hanya memaksimalkan jangkauan serangan. Hal ini membingkai ulang radar AN/TPY-2 sebagai titik kritis dalam kontestasi dominasi sensor.

Penggunaan radar ini di Turki sejak 2011 telah memberikan deteksi dini terhadap peluncuran Iran, secara efektif memperluas kedalaman pertahanan bagi NATO dan mitra regional, namun secara bersamaan mengekspos instalasi tersebut terhadap target serangan Iran.

Di Qatar, AN/TPY-2 mendukung pengerahan THAAD di Pangkalan Udara Al Udeid, pusat operasi Komando Pusat AS. Artinya, kehancuran radar ini akan memiliki konsekuensi operasional yang melampaui pertahanan nasional hingga ke dinamika komando tingkat teater.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved