Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Inggris Tarik Staf Kedubes di Teheran, Eskalasi Potensi Serangan AS ke Iran Naik Tajam

Pemerintah Inggris resmi menarik staf kedutaan Teheran karena ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran di seluruh kawasan.

|
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok. Al Arabiya
INGGRIS PULANGKAN DIPLOMAT DARI TEHERAN - Kedutaan Besar Inggris di Teheran, Iran. Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan resminya hari ini, Kamis, 27 Februari 2026 mengatakan Kedutaan Besar Inggris di Teheran akan tetap beroperasi dalam format jarak jauh. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Inggris resmi menarik staf kedutaan Teheran karena ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran di seluruh kawasan.
  • Wakil Presiden AS J.D. Vance membantah spekulasi serangan AS ke Iran dalam skala masif maka hal itu akan menyeret AS dalam perang abadi. 
  • Sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok, India, dan Kanada, telah meminta warganya untuk meninggalkan Iran sesegera mungkin karena peluang terjadinya perang AS-Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris resmi menarik staf kedutaan Teheran karena ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran di seluruh kawasan.

Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan resminya hari ini, Kamis, 27 Februari 2026 mengatakan Kedutaan Besar Inggris di Teheran akan tetap beroperasi dalam format jarak jauh.

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran juga telah mendorong sejumlah negara mengeluarkan peringatan kepada warga negara mereka yang tinggal di Iran dan di sejumlah negara Timur Tengah.

Sementara itu, kedutaan AS di Israel sudah memberi tahu beberapa staf non-darurat bahwa mereka dapat meninggalkan negara itu pada hari Jumat.

Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menyarankan staf yang ingin pergi untuk "melakukannya HARI INI", sebut New York Times.

Hal ini terjadi sehari setelah Washington dan Teheran mengadakan pembicaraan yang secara luas dilihat sebagai upaya terakhir untuk menghindari perang atas ambisi nuklir Iran.

Sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok, India, dan Kanada, telah meminta warganya untuk meninggalkan Iran sesegera mungkin karena peluang terjadinya perang AS-Iran.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Teheran jika negara itu tidak mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya.

Baca juga: Media Israel: Tel Aviv Khawatir Pengkhianatan Donald Trump, Bisa Langsung Dihantam Iran

Ia telah memerintahkan peningkatan kekuatan militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak yang dipimpin AS pada tahun 2003, sementara Iran telah bersumpah untuk membalas serangan dengan kekuatan.

Wakil Presiden JD Vance mengatakan kepada Washington Post bahwa serangan tetap dipertimbangkan, tetapi "tidak ada kemungkinan" AS terlibat dalam perang yang berkepanjangan.

Pembicaraan tidak langsung pada hari Kamis di Jenewa antara kedua negara menghasilkan "kemajuan signifikan," kata mediator Oman, menambahkan bahwa negosiasi lebih lanjut akan segera dilakukan.

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari AS, sementara Teheran memuji "kemajuan yang baik".

Serangan ke Iran akan Seret AS ke Perang Abadi?

Banyak spekulasi menyatakan, jika AS nekat menyerang Iran dalam skala masif maka hal itu akan menyeret AS dalam perang abadi. Namun spekulasi tersebut dibantah Wakil Presiden AS J.D. Vance.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved