Minggu, 3 Mei 2026

Serahkan Diri di AS, Dokter Jepang Tersangka Perusakan Kuil Diproses Hukum

Dokter Jepang ditangkap usai diduga siram minyak di Katori Jingu. Polisi selidiki keterkaitan dengan puluhan kasus lain

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
Dr. Masahide Kanayama (63) saat ceramah (kiri) dan ketika tiba di bandara Haneda kemarin (4/3/2026) ditangkap polisi Jepang (kanan). 
Ringkasan Berita:
  • Dokter warga Jepang, Masahide Kanayama (63), ditangkap atas dugaan menyiram minyak di kompleks Katori Jingu, Prefektur Chiba, pada 2015 
  • Ia sempat buron dan menyerahkan diri di AS sebelum diproses hukum di Jepang
  • Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatannya dalam puluhan kasus serupa di 16 prefektur.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang pria warga Jepang, Dr.  Masahide Kanayama (63),  yang bekerja sebagai dokter di New York ditangkap setelah diduga menyiramkan cairan seperti minyak di kompleks kuil terkenal Katori Jingu di Prefektur Chiba. 

"Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi sekitar 11 tahun lalu, namun kasusnya kembali mencuat setelah tersangka menyerahkan diri kepada otoritas Amerika Serikat baru-baru ini," ungkap sumber Tribunnews.com Kamis (5/3/2026).

Menurut laporan TBS News, pria tersebut adalah Masahide Kanayama (63), dokter yang tinggal di New York.

Ia sebelumnya telah menjadi buronan polisi Jepang atas dugaan perusakan bangunan karena menyiramkan cairan ke bangunan kuil.

Menyerahkan Diri di Amerika Serikat

Pada 2 Maret 2026 di New York, kamera JNN merekam momen ketika Kanayama menyerahkan diri kepada otoritas Amerika.

Saat dicegat wartawan dan ditanya apakah benar ia menyiram minyak ke kuil, Kanayama tidak memberikan jawaban jelas.

Kanayama dilahirkan ayah dan ibu Korea tanggal 8 September 1962 di Jepang. Menjadi warga negara Jepang tanggal 19 Juni 1979.

Polisi Jepang kemudian menangkap dan mengirimkan berkas perkara terhadapnya atas dugaan merusak properti.

Baca juga: 13 WN Jepang Ditangkap Imigrasi Bogor: Jadi Polisi Gadungan, Peras Sesawa Warga Jepang

Peristiwa Berawal Tahun 2015

Kasus ini bermula pada Maret 2015, ketika cairan yang diduga minyak ditemukan disiramkan pada bangunan utama (haiden) Katori Jingu di Prefektur Chiba.

Setelah penyelidikan, polisi mengeluarkan surat penangkapan terhadap Kanayama, namun ia sudah berada di Amerika Serikat.

Selama bertahun-tahun ia membantah keterlibatannya, bahkan ketika diwawancarai media sekalipun.

Namun dalam sebuah video yang diduga direkam pada 2012, Kanayama terlihat mengaku telah menuangkan minyak di kuil.

“Kuil adalah sarang roh jahat. Saya menuangkan minyak untuk menyucikannya,” katanya dalam video tersebut.

Mendirikan Kelompok Keagamaan

Diketahui Kanayama sekitar tahun 2013 mendirikan organisasi keagamaan beraliran Kristen dan aktif melakukan kegiatan dakwah. 

Dalam sebuah seminar di Norwegia pada tahun 2015, ia terlihat menyampaikan doa dan seruan religius.

Saat itu ia juga sempat mengatakan kepada media:

“Saya bukan kultus. Tetapi karena ada pengacara yang menangani kasus ini, saya tidak bisa berbicara.”

Mengaku Terinspirasi “Roh Kudus”

Setelah ditangkap, Kanayama mengakui perbuatannya. Ia mengatakan bahwa tindakannya dilakukan sebagai bagian dari ritual keagamaan.

Menurut pengakuannya kepada penyidik:

“Dalam doa Kristen, saya dipimpin oleh Roh Kudus untuk mengunjungi kuil dan kuil Buddha, lalu mengoleskan minyak sebagai ritual pengurapan.”

Ia juga menyebut bahwa cairan yang digunakan adalah minyak zaitun.

Baca juga: Di Balik Terwujudnya Pemakaman Muslim di Kuil Kyoto Jepang

Kuil Pernah Menolak Permintaan Damai

Pihak Katori Jingu menyatakan bahwa kuil tersebut masih menyimpan bekas cairan yang tidak sepenuhnya hilang.

Menurut pejabat kuil, kuasa hukum Kanayama pernah beberapa kali mengajukan penyelesaian damai karena tersangka tidak dapat memperbarui paspornya dan kesulitan pulang ke Jepang namun pihak kuil menolak permintaan tersebut.

“Seharusnya ia menyerahkan diri, kembali ke Jepang, menebus kesalahannya dan meminta maaf secara langsung,” kata seorang pejabat kuil.

Polisi juga menyelidiki kemungkinan keterlibatan Kanayama dalam serangkaian insiden serupa di 16 prefektur Jepang, yang mencatat 48 kasus penyiraman cairan di kuil dan tempat ibadah pada periode yang sama.

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah semua kasus tersebut terkait dengan tersangka.

Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved