Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin: Rusia Siap Kembali Memasok Minyak ke Eropa, Tapi Ada Syaratnya
Di tengah krisis energi akibat serangan AS-Israel ke Iran, Putin sebut Rusia siap kirim minyak-gas lagi ke Eropa jika mereka berhenti kritik Rusia.
Serangan itu memicu kecaman dari banyak negara. Amerika Serikat bersama negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta keuangan bagi Ukraina. Konflik ini pun berkembang menjadi salah satu krisis geopolitik terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
AS berupaya mendorong kedua negara untuk melanjutkan perundingan di tengah perang yang masih berlangsung.
Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
-
Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi Minyak Demi Redakan Krisis Energi
Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kemungkinan akan mencabut sanksi minyak terhadap beberapa negara setelah berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Langkah ini disebut bertujuan mengatasi kekurangan pasokan energi yang muncul akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Trump mengatakan pencabutan sanksi dilakukan sementara sampai jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz kembali dibuka.
Namun, ia tidak memberikan rincian negara mana saja yang akan mendapatkan pelonggaran sanksi.
Sejumlah analis menilai kebijakan ini bisa berarti pelonggaran tambahan terhadap minyak Rusia, yang dapat mempersulit upaya negara Barat menghukum Moskow atas perang di Ukraina.
Pemerintah AS juga mempertimbangkan opsi lain untuk menstabilkan pasar energi, seperti melepas cadangan minyak strategis atau membatasi ekspor minyak AS.
Sebelumnya, AS juga memberi pengecualian sementara kepada India untuk membeli beberapa kargo minyak Rusia guna menutup kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
Penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak dunia sempat melonjak di atas 100 dolar per barel sebelum akhirnya kembali turun.
-
Trump dan Putin Bahas Perang Ukraina dalam Percakapan Satu Jam
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin berlangsung positif.
Ia menyebut kedua pemimpin juga membahas konflik yang terus berlangsung di Ukraina.
Menurut Trump, perang tersebut terasa seperti konflik yang tidak ada akhirnya, namun ia menilai percakapan mereka tetap memberikan harapan.
Sementara itu, penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, mengatakan dialog kedua pemimpin berlangsung sekitar satu jam dan dilakukan secara terbuka serta profesional, lapor The Guardian.
-
Putin Tawarkan Energi ke Eropa di Tengah Ancaman Krisis Minyak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUTlN-23i42384u.jpg)