Selasa, 14 April 2026

Konflik Pakistan vs Taliban

Gelombang Kekerasan dan Konflik Lintas Batas Uji Stabilitas Pakistan

Serangkaian serangan bom dan eskalasi militer lintas perbatasan menempatkan situasi keamanan Pakistan kembali menjadi sorotan.

Editor: Wahyu Aji
Tangkap layar X
Bendera Pakistan - Serangkaian serangan bom dan eskalasi militer lintas perbatasan sepanjang Februari 2026 menempatkan situasi keamanan Pakistan kembali menjadi sorotan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangkaian serangan bom dan eskalasi militer lintas perbatasan sepanjang Februari 2026 menempatkan situasi keamanan Pakistan kembali menjadi sorotan.

Dikutip dari Khaama, Senin (16/3/2026), sebuah bom bunuh diri mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad pada 6 Februari.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 36 jamaah dan melukai lebih dari 170 orang.

Beberapa hari setelahnya, serangan teror lain terjadi di wilayah Bajaur yang menewaskan 11 tentara Pakistan.

Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di wilayah Bannu, provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Rangkaian serangan tersebut memicu kritik terhadap kemampuan aparat keamanan Pakistan dalam mencegah aksi teror, terutama karena beberapa laporan menyebutkan adanya peringatan intelijen sebelumnya mengenai potensi ancaman.

Kritik terhadap kebijakan keamanan

Sejumlah analis menilai krisis keamanan yang berulang berkaitan dengan dinamika panjang kebijakan keamanan Pakistan, termasuk hubungan kompleks negara tersebut dengan berbagai kelompok militan di kawasan.

Sebagian pengamat juga menilai retorika pemerintah dan militer Pakistan dalam beberapa tahun terakhir semakin keras terhadap kelompok militan tertentu.

Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, dalam sejumlah kesempatan menyatakan komitmen untuk menghadapi ancaman terorisme dan menjaga stabilitas negara.

Namun para kritikus berpendapat kebijakan keamanan tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan gelombang kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah Pakistan.

Serangan udara ke Afghanistan

Pada malam 21 Februari 2026, Angkatan Udara Pakistan melancarkan serangan udara di sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk provinsi Nangarhar, Paktika, dan Khost.

Militer Pakistan menyatakan operasi tersebut menargetkan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) serta cabang ISIS di wilayah tersebut, yakni Islamic State Khorasan Province (ISKP).

Namun pemerintah Afghanistan menyatakan serangan tersebut menyebabkan korban sipil.

Otoritas Afghanistan melaporkan sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan di provinsi Paktika, termasuk perempuan dan anak-anak.

Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) kemudian mengonfirmasi bahwa sedikitnya 13 warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved