Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Garda Revolusi Iran: Perdamaian Hanya Bisa Tercapai Jika AS Tarik Pasukan

Komandan IRGC Ali Reza Tangsiri desak pasukan AS keluar dari Teluk Persia saat perang Iran–Israel memasuki hari ke-17 dan harga minyak melonjak.

Editor: Glery Lazuardi

Namun hingga kini belum ada negara yang secara resmi berkomitmen mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut. Beberapa negara bahkan menyatakan masih mempertimbangkan langkah yang akan diambil.

Pemerintah Jepang dan Australia diketahui belum memiliki rencana mengirim armada militer ke kawasan Teluk. Sementara Inggris menyebut masih membahas berbagai opsi.

Di sisi lain, China justru menyerukan agar semua pihak segera menghentikan konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

Konflik yang telah memasuki hari ke-17 ini terus memicu ketegangan global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi wilayah tersebut.

Sejak konflik dimulai, sedikitnya 20 kapal dilaporkan mengalami serangan di kawasan Persian Gulf, Selat Hormuz, dan Gulf of Oman, menurut badan keamanan maritim Inggris.

Ketegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak melonjak tajam hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Harga minyak mentah Brent tercatat naik hingga sekitar 106 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat menembus sekitar 101 dolar AS per barel.

Di lapangan, serangan antara Israel dan Iran masih terus berlangsung. Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 200 target militer Iran dalam sehari terakhir, termasuk fasilitas rudal balistik dan sistem pertahanan udara.

Sebaliknya, Iran menyatakan telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke arah target Amerika Serikat dan Israel sejak konflik dimulai.

Ketegangan juga meluas ke negara-negara lain di kawasan. Sebuah tangki bahan bakar dilaporkan terbakar di dekat Dubai International Airport setelah insiden yang diduga melibatkan drone, sehingga penerbangan sempat dihentikan sementara.

Di Baghdad, beberapa roket dilaporkan menghantam area sekitar Baghdad International Airport, termasuk fasilitas yang digunakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sementara itu, misi penjaga perdamaian United Nations di Lebanon juga dilaporkan menjadi sasaran tembakan sebanyak tiga kali dalam satu hari oleh kelompok bersenjata non-negara.

Korban jiwa akibat konflik ini terus meningkat. Berdasarkan berbagai laporan otoritas di kawasan, lebih dari 2.200 orang dilaporkan tewas di Timur Tengah sejak perang dimulai.

Korban terbanyak berasal dari Iran dengan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia, sementara sekitar 850 orang dilaporkan tewas di Lebanon dan puluhan lainnya di negara-negara tetangga.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah pihak internasional terus menyerukan de-eskalasi konflik untuk mencegah krisis yang lebih luas, terutama karena dampaknya terhadap stabilitas energi global dan keamanan kawasan.

(CNN/News.am/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved