Iran Vs Amerika Memanas
Timur Tengah Makin 'Panas', Serangan Beruntun Berujung Balasan ke Tel Aviv
Serangan beruntun Israel, Iran, dan Lebanon picu eskalasi. Korban berjatuhan, balasan ke Tel Aviv tingkatkan ketegangan kawasan.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah serangkaian serangan yang melibatkan Israel, Iran, dan Lebanon dalam waktu berdekatan.
Rentetan peristiwa ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Dikutip dari Arabnews, media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa Israel menargetkan tujuh wilayah di pinggiran selatan Beirut, Senin malam.
Menurut kantor berita resmi National News Agency (NNA), serangan udara tersebut menyasar tujuh titik berbeda di kawasan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa serangan di wilayah Bshamoun, yang terletak di selatan Beirut, menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Bshamoun diketahui berada di luar basis utama kelompok Hezbollah yang didukung Iran, meskipun wilayah tersebut tetap terdampak dalam rangkaian konflik yang meluas.
Baca juga: Iran Serang Israel setelah Trump Bicara soal Negosiasi Akhiri Perang
Serangan di Tabriz: Permukiman Warga Terdampak
Di waktu yang hampir bersamaan, kantor berita Tasnim melaporkan adanya serangan yang menghantam kawasan permukiman di Tabriz, wilayah barat laut Iran.
Serangan tersebut disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Akibatnya, sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan berat.
Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai target spesifik, namun laporan awal menyebutkan bahwa area sipil turut terdampak.
Serangan Balasan ke Tel Aviv
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan beberapa titik di pusat kota Tel Aviv pada pagi hari.
Media Israel melaporkan setidaknya empat titik hantaman, dengan satu di antaranya mengenai bangunan secara langsung.
Layanan medis darurat menyebutkan enam orang mengalami luka ringan.
Salah satu rudal dilaporkan jatuh di jalan yang ramai, menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan bangunan di sekitarnya.
Polisi menyebutkan rudal tersebut membawa hulu ledak dengan bobot sekitar 100 kilogram.
Baca juga: Israel Gunakan Amunisi Lama dalam Serangan ke Iran, Diduga untuk Tekan Biaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/n-ledakan-di-Beirut-Lebanon-pada-2-Maret-2026-dini-hari.jpg)