Rabu, 22 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.499: Zelensky Sebut Dialog dengan AS Positif, Sinyal Damai?

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembicaraan daring dengan mediator Amerika Serikat pada Rabu (1/4/2026), berlangsung positif.

Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.499 dengan serangan drone besar Rusia yang menewaskan warga sipil.
  • Zelensky menyebut pembicaraan dengan AS berlangsung positif, namun upaya damai masih terhambat.
  • Klaim Rusia atas Luhansk dibantah Ukraina, sementara konflik terus memanas di berbagai wilayah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.499 pada Kamis (2/4/2026). 

Terkini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembicaraan daring dengan mediator Amerika Serikat pada Rabu (1/4/2026), berlangsung positif.

Invasi Rusia ke Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran.

Ketegangan kedua negara telah meningkat sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan konflik di wilayah Donbas.

Ukraina mempererat hubungan dengan Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Moskow sebagai ancaman.

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia sekaligus memberi dukungan militer kepada Ukraina.

Hingga kini, konflik masih berlangsung karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.

Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1499, Kamis (2/4/2026):

1. Rusia Serang Saat Gencatan Didorong

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam Rusia setelah serangan drone besar terjadi di tengah dorongan gencatan senjata Paskah.

Dilansir The Guardian, Zelensky menyebut Moskow merespons upaya damai dengan eskalasi serangan.

Menurut Zelensky, lebih dari 700 drone diluncurkan Rusia dalam serangan yang menyasar wilayah barat dan tengah Ukraina.

Serangan itu disebut sebagai salah satu yang jarang terjadi pada siang hari.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.497, Zelenskyy Tak Mau Dipaksa Menyerah

Sebagian besar drone yang digunakan merupakan Shahed buatan Iran.

Zelensky mengatakan serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas penting lainnya.

“Rusia menanggapi tawaran gencatan senjata dengan melanjutkan operasi teroris,” ujarnya.

Ia menegaskan gencatan senjata selama Paskah seharusnya bisa menjadi momentum keberhasilan diplomasi.

Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menolak usulan tersebut.

Moskow menyebut inisiatif itu sebagai aksi publisitas.

2. Zelensky Sebut Dialog AS Positif

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pembicaraan dengan mediator Amerika Serikat berlangsung positif di tengah upaya mengakhiri perang.

Pembicaraan dilakukan secara daring pada Rabu dengan melibatkan sejumlah pejabat tinggi AS.

Di antaranya utusan khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, dan Senator Lindsey Graham.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga turut bergabung dalam diskusi tersebut.

Zelensky menyampaikan apresiasi atas peran Washington dalam mendorong perdamaian.

Ia mengatakan kedua pihak sepakat memperkuat dokumen jaminan keamanan untuk masa depan.

Menurutnya, langkah itu dapat menjadi dasar bagi kesepakatan damai yang lebih kredibel.

Dia mengakui adanya tekanan dari AS agar Ukraina segera membuat konsesi.

Baca juga: Perang Memanas di Banyak Front: Drone Ukraina Hantam Rusia, Serangan Balasan Makin Brutal

Tekanan itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah dinamika konflik global.

Sementara itu, negosiasi dengan Rusia masih buntu terkait wilayah Donbas.

Ukraina tetap menolak tuntutan Moskow untuk menyerahkan wilayah tersebut.

3. Klaim Rusia soal Luhansk Dibantah

Rusia mengklaim telah menguasai sepenuhnya wilayah Luhansk di Ukraina timur.

Klaim itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan resmi pada Rabu.

Moskow menyebut pasukannya telah menyelesaikan operasi penguasaan wilayah tersebut.

Klaim itu langsung dibantah oleh pihak Ukraina.

Pejabat militer Ukraina menyatakan sebagian wilayah masih berada di bawah kendali Kyiv.

Juru bicara militer Viktor Tregubov mengatakan tidak ada perubahan signifikan di garis depan.

Ia menegaskan pasukan Ukraina masih mempertahankan sejumlah posisi penting.

“Sebagian wilayah masih kami kuasai dan telah lama dipertahankan,” ujarnya.

Ukraina menilai klaim Rusia kerap dilebih-lebihkan.

Menurut Kyiv, pernyataan semacam itu bertujuan memengaruhi persepsi dalam negosiasi internasional.

4. Serangan Drone Rusia Tewaskan 5 Orang

Serangan drone besar-besaran Rusia kembali menghantam Ukraina dan menewaskan sedikitnya lima orang.

Baca juga: Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia di Yaroslavl, Kebakaran Hebat Guncang Dekat Moskow

Serangan itu juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur sipil di sejumlah wilayah.

Perusahaan pos Ukraina Nova Poshta melaporkan salah satu gudangnya terbakar di kota Lutsk.

Gambar yang dirilis menunjukkan asap tebal membumbung dari bangunan tersebut.

Angkatan udara Ukraina menyebut 339 drone diluncurkan dalam serangan malam hari.

Secara total, lebih dari 360 drone ditembakkan sepanjang hari.

Serangan di wilayah Cherkasy menewaskan empat orang.

Sementara serangan lain di wilayah Kherson menewaskan seorang perempuan.

Dua warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Otoritas Ukraina menyebut serangan ini sebagai bagian dari peningkatan intensitas operasi Rusia.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved