Iran Vs Amerika Memanas
Amerika Sudah Bombardir Pulau Kharg: Baru Pembukaan dari Serangan Total Hari Rabu
Pejabat AS menyatakan serangan itu cuma bagian pembuka dari "serangan total" ke Iran yang sudah direncanakan Amerika.
Sebagai contoh, pada tahun 2021, Iran meresmikan terminal minyak Jask, yang memungkinkan minyak mentah diangkut ke Jask di Teluk Oman tepat di sebelah timur selat tersebut, tetapi terminal tersebut tidak dianggap sebagai pilihan ekspor yang layak untuk minyak mentah Iran, kata IEA.
Kapasitas penyimpanan di Kharg diperkirakan sekitar 30 juta barel dan, menurut perusahaan intelijen perdagangan Kpler, sekitar 18 juta barel minyak mentah saat ini disimpan di sana, seperti yang dilaporkan Reuters.
Bulan lalu, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengatakan bahwa menghancurkan terminal tersebut akan "melumpuhkan ekonomi Iran dan menggulingkan rezimnya." Ia menyatakan bahwa Israel "harus menghancurkan semua ladang minyak dan industri energi Iran di Pulau Kharg."
Baca juga: Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!
Apakah Iran Sudah Bersiap Akan Serangan AS?
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada Maret kemarin kalau “musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional” sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau di negara itu, tanpa menyebutkan nama pulau tersebut secara langsung.
Menurut beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengenai masalah ini, Iran telah memasang jebakan dan memindahkan personel militer serta sistem pertahanan udara tambahan ke Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir sebagai persiapan untuk kemungkinan operasi AS untuk menguasai pulau tersebut.
Pulau itu sudah memiliki sistem pertahanan berlapis, dan Iran telah memindahkan sistem rudal permukaan-ke-udara berpemandu yang dioperasikan dari bahu, yang dikenal sebagai MANPAD, ke sana dalam beberapa pekan terakhir, kata sumber tersebut.
Apakah AS Pernah Menyerang Pulau Kharg Sebelumnya?
Ya. Trump mengatakan pada bulan Maret bahwa AS telah membom "setiap target militer" di pulau itu dan mengancam akan menyerang infrastruktur minyaknya jika Iran terus menghalangi kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz.
Video yang diunggah ke Truth Social menunjukkan serangan AS terhadap fasilitas bandara di pulau itu, dengan ledakan besar dan asap hitam terlihat di sepanjang rekaman.
Pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa Kharg "bukan prioritas utama, tetapi itu hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan, dan saya bisa berubah pikiran dalam hitungan detik."
Namun, jauh sebelum terpilih, tepatnya pada tahun 1988, beberapa dekade sebelum ia terpilih, Trump telah berbicara tentang menginvasi pulau tersebut.
“Satu peluru saja yang mengenai salah satu prajurit atau kapal kami, dan saya akan menghabisi Pulau Kharg. Saya akan masuk dan merebutnya,” katanya kepada The Guardian dalam sebuah wawancara saat itu.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, merebut Pulau Kharg akan "benar-benar membuat bangkrut" Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan berpotensi menyebabkan berakhirnya perang dengan cepat.
Namun banyak pihak di dalam pemerintahan yang waspada terhadap langkah tersebut, terutama mengingat hal itu akan membutuhkan sejumlah besar pasukan darat untuk mencapainya.
(oln/cnn/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pulau-Kharg-Ranjau.jpg)