Kamis, 21 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Naik Pitam! Semprot Aksi Menteri Israel yang Siksa Relawan Global Sumud Flotilla

Netanyahu murka usai video relawan Global Sumud Flotilla diborgol viral. Ben Gvir dikecam, Israel tetap tuduh aktivis terkait Hamas.

Tayang:

Langkah tersebut juga dipandang sebagai upaya memisahkan sikap resmi pemerintah Israel dari tindakan kontroversial Ben-Gvir yang selama ini dikenal berhaluan keras dan kerap memicu kritik, termasuk dari pejabat Israel sendiri.

Tak hanya Netanyahu, mengutip dari Metro.Co.UK, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, secara terbuka turut menegur Ben-Gvir dan menyebut aksinya mempermalukan Israel di mata dunia.

Dalam kritik tajamnya di X, Sa’ar menulis bahwa Ben-Gvir “bukan wajah Israel” dan menuduhnya sengaja menciptakan kerugian diplomatik bagi negara.

Israel Tuduh Relawan Flotilla Terkait Hamas

Meski mengkritik perlakuan aparat terhadap para relawan Global Sumud Flotilla (GSF), Netanyahu tetap mempertahankan keputusan Israel untuk menghentikan armada bantuan kemanusiaan yang hendak menuju Jalur Gaza.

Pemerintah Israel menegaskan langkah tersebut dilakukan demi alasan keamanan nasional.

Menurut otoritas Israel, negara itu memiliki hak penuh untuk mencegah kapal-kapal asing memasuki wilayah laut yang berkaitan dengan blokade Gaza, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Hamas.

Dalam pernyataannya, pemerintah Israel menilai armada tersebut bukan sekadar misi kemanusiaan biasa. Sejumlah aktivis di dalam rombongan dituding memiliki hubungan atau dukungan terhadap Hamas, kelompok yang dianggap Israel sebagai organisasi teroris.

Tuduhan itu menjadi alasan utama Israel melakukan pencegatan terhadap kapal Global Sumud Flotilla sebelum mencapai Gaza. Aparat keamanan Israel kemudian menahan ratusan relawan internasional yang berada di dalam armada tersebut.

Namun, pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menegaskan misi yang dilakukan murni bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Gaza yang saat ini mengalami krisis akibat perang dan blokade berkepanjangan.

Penyelenggara armada juga menyebut para relawan berasal dari puluhan negara dan terdiri dari aktivis kemanusiaan, dokter, hingga pegiat hak asasi manusia.

Mereka menilai tuduhan dukungan terhadap Hamas hanyalah alasan Israel untuk membenarkan penahanan dan penghentian misi bantuan tersebut.

Perbedaan pandangan itu semakin memperbesar kontroversi internasional terkait tindakan Israel terhadap armada kemanusiaan tersebut, terutama setelah video penahanan para relawan beredar luas dan memicu kecaman dari berbagai negara serta organisasi hak asasi manusia.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved