Penderita HIV AIDS di Kabupaten Tulungagung Sekitar 100 Ribu Orang, Yang Terdeteksi 2.000 Orang

Untuk menemukan para pengidap HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Tulungagung menggandeng semua fasilitas kesehatan swasta dan LSM.

Penderita HIV AIDS di Kabupaten Tulungagung Sekitar 100 Ribu Orang, Yang Terdeteksi 2.000 Orang
Warta Kota/Nur Ichsan (SAN)
Penyuluhan dan pemeriksaan HIV/AIDS gratis di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat. 

Sebelumnya, 32 Puskesmas dan rumah sakit pemerintah menjadi ujung tombak untuk menemukan pengidap HIV/AIDS di Tulungagung.

“Jika Faskes menerima pasien dengan infeksi oportunistik, bisa ditentukan pasien itu HIV atau bukan,” jelas Didik.

Untuk mengungkap para pengidap yang tersembunyi, Dinkes menggunakan metode notifikasi. Jika ada satu pasien ditemukan, maka akan ditelusuri riwayat penularannya.

Karena penularan terbesar lewat hubungan seks, penyakit ini akan terbawa oleh penderita dan menular ke orang, dengan siapa saja penderita sudah berhubungan badan.

“Terutama satu bulan terakhir, dia sudah melakukan aktivitas seks dengan siapa saja, harus diketahui,” tutur Didik.

Pasien diharapkan bersikap jujur, untuk mengungkap dengan siapa saja dia sudah berhubungan badan.

Selain itu juga dilakukan konseling pasangan. Dia harus jujur dengan pasangannya, jika sudah terinfeksi HIV/AIDS.

Pasangannya juga akan dilakukan tes, untuk memastikan sudah tertular atau tidak, karena masa inbukasinya hingga 10 tahun, jika punya anak juga harus dites.

Untuk menekan jumlah Human Immunodeficiency Virus (HIV), pasien harus minum antiretroviral virus (ARV).

ARV diberikan gratis, dan harus diminum setiap hari seumur hidup.

Artikel ini tayang di surya.co.id dengan judul Enggan Melapor ke Petugas Medis, Banyak Pasien HIV/AIDS Tulungagung Ditemukan Sudah Kondisi Parah

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved