Tak Perlu Panik, Ini yang Bisa Dilakukan Orang Tua Saat Anak Alami KIPI Usai Imunisasi
Usia imunisasi, biasanya sebagian anak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Misalnya nyeri dan demam.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imunisasi penting untuk memberikan perlindungan pada anak cegah infeksi dari penyakit.
Usia imunisasi, biasanya sebagian anak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Beberapa KIPI yang dirasakan anak setelah imunisasi seperti demam dan nyeri pada bekas suntikan.
Terkait KIPI, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.TropPaed imbau orangtua jangan panik.
Baca juga: Ketua Komnas KIPI Tegaskan Vaksin Polio Aman, Orang Tua Jangan Ragu Bawa Anak Imunisasi
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan saat anak tunjukkan gejala KIPI.
Pertama jika anak demam, orangtua bisa berikan obat penurun demam.
"Kasih obat penurun demam. Itu hanya sinyal tubuh ada reaksi terhadap benda asing masuk," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (12/1/2024).
Saat tubuh membentuk antibodi, maka tubuh akan merespons melalui suhu. Respons suhu yang diberikan pun bermacam-macam.
"Ada (suhu) tinggi atau rendah. Biasanya semalam juga turun," tambahnya.
Jika suhu badan anak tidak turun dalam semalam, maka bisa saja disebabkan selain vaksin.
Karenanya langkah kedua adalah bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
"Jadi tidak perlu panik tapi juga waspada. Kalau ada demam kasih obat penurun demam. Kalau ada demam segera beri pengobatan dan pertolongan sehingga cepat tertangani," tutupnya.
Grup WA Ibu Pandai, Cara Kemenkes Lawan Hoaks Imunisasi |
![]() |
---|
Kenali 4 Mitos dan Fakta Seputar Demam Berdarah Dengue |
![]() |
---|
Mahasiswa Ciptakan Inovasi Digital Cegah Demam Berdarah, Pantau Jentik Nyamuk Melalui Aplikasi |
![]() |
---|
Ada Kasus KLB Campak di Sumenep Jawa Timur, Imunisasi Massal Digelar Mulai Hari Ini |
![]() |
---|
KLB Campak di Sumenep, 17 Kasus Meninggal, Isolasi Jadi Cara Cegah Penularan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.