Waspadai Stroke Akibat Gangguan Irama Jantung, Dokter Spesialis: Bisa Menyebabkan Kematian
Penyakit ini berisiko menyebabkan stroke. Dan biasanya, seseorang yang alami stroke karena AF punya kondisi lebih berat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Shutterstock
Ilustrasi serangan jantung. Gangguan irama jantung atau Fibrilasi Atrium/Atrial Fibrilasi (AF) paling banyak di masyarakat. Penyakit ini berisiko menyebabkan stroke. Dan biasanya, seseorang yang alami stroke karena AF punya kondisi lebih berat.Â
Keberadaan smartwatch ini sangat membantu pasien saat mengukur denyut jantung.
"Sangat banyak pasien yang datang ke saya, membawa rekaman saat dia merasa tidak nyaman dada dan berdebar. Menjadi salah satu komponen penting. Itu deteksi awal," paparnya.
Kalau sudah dipastikan adanya gangguan irama jantung, maka segera lakukan tata laksana.
"Supaya kondisi tidak berat lagi. Karena bisa menyebabkan gagal jantung, kematian dan stroke," pungkasnya.
Berita Terkait
Baca Juga
Banyak yang Salah Kaprah, Obat Darah Tinggi Justru Kurangi Risiko Gangguan Irama Jantung |
![]() |
---|
Ketika Robot Gantikan Terapi Manual: Masa Depan Rehabilitasi Sudah Tiba? |
![]() |
---|
Kekurangan Dokter Saraf di Tengah Lonjakan Kasus Stroke, Indonesia Hadapi Krisis Neurologi |
![]() |
---|
Jantung Jadi Penyakit dengan Biaya Berobat Termahal, Tembus Rp 19,2 Triliun |
![]() |
---|
Mengapa Serangan Stroke Berulang Bisa Berakibat Fatal? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.