Ancam Kesehatan Generasi Muda, Pemerintah Berencana Terapkan Cukai untuk Minuman Berpemanis
Kementerian Keuangan bersama Kemenkes telah melakukan kajian dan bersiap menerapkannya dalam waktu dekat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di balik semangat mewujudkan visi “Indonesia Emas”, muncul ancaman besar yang justru berasal dari dapur rumah tangga hingga meja makan anak-anak sekolah.
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas yang terus meningkat secara signifikan.
Ancaman itu bukan sekadar wacana. Data menunjukkan pola konsumsi pangan berisiko seperti makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), termasuk minuman manis dan makanan cepat saji, meningkat setiap tahunnya.
Baca juga: WHO Minta Seluruh Negara Naikkan Pajak Rokok dan Minuman Manis 50 Persen, Biang Epidemi PTM
Bahkan, obesitas kini telah merambah ke usia anak-anak mulai dua tahun.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
“Negara maju pasti persoalannya adalah penyakit tidak menular. Dan kita sudah bisa lihat dari angka-angka yang sebenarnya itu trennya itu sudah ada. Jadi mau enggak mau kalau kita sekarang masih belum melakukan intervensi sebenarnya kita akan sangat-sangat terlambat,” ungkapnya dalam kegiatan Diseminasi Hasil Studi 'Penasaran Makanan yang Tidak Sehat' secara daring, Kamis (10/7/2025).
Alarm dari Pola Hidup Masyarakat
Kementerian Kesehatan mencatat beban biaya kuratif akibat penyakit tidak menular melonjak tajam dalam dua tahun terakhir.
Penyakit seperti gagal ginjal, hipertensi, dan diabetes mellitus mendominasi pembiayaan jaminan kesehatan nasional.
Hal ini berkaitan erat dengan faktor risiko yang tidak terkontrol, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kebiasaan merokok yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
"Menjaga diri individu itu harus tentunya dengan pemahaman, tentunya harus dari kesadaran dari masing-masing individu. Nah ini yang mungkin masih menjadi tantangan kita," imbuhnya.
Tantangan lain muncul dari tingginya konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan.
Data Riskesdas dan Studi Konsumsi Individual (SKI) tahun 2023 menunjukkan peningkatan signifikan pada konsumsi minuman manis terutama pada remaja dan dewasa muda.
Rata-rata konsumsi gula tambahan pada remaja mencapai 18 persen dari total asupan, dan pada orang dewasa melonjak hingga 24 persen.
Terlalu Sering Begadang dan Konsumsi Minuman Manis, Ini Dampaknya pada Ginjal |
![]() |
---|
Sosok Dokter Piprim Basarah yang Tak Boleh Layani Pasien BPJS di RSCM, Begini Komentar Kemenkes |
![]() |
---|
Dokter Piprim Basarah Yanuarso Dilarang Melayani Pasien BPJS di RSCM, Bakal Tempuh Jalur Hukum |
![]() |
---|
Kemenkes: Obat untuk Penderita Cacingan Bisa Didapatkan Gratis di Puskesmas |
![]() |
---|
Tanggapi Kasus Balita Raya, Kemenkes Klaim Dinkes Kabupaten Sukabumi Rutin Berikan Obat Cacing |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.