Jangan Dianggap Remeh, Alergi Susu Sapi Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak
Selama ini, alergi susu sapi sering dianggap sekadar gangguan pencernaan ringan. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih kompleks.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menyebutkan bahwa kesadaran orangtua adalah kunci pencegahan komplikasi alergi.
“Melalui kegiatan edukasi dan pengembangan tools berbasis sains, kami berkomitmen menyediakan solusi nutrisi yang aman dan sesuai kebutuhan anak dengan alergi susu sapi, agar anak-anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Pihaknya, ujar Arif Mujahidin mengusung inisiatif SADAR Alergi (Screening Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi) membantu orang tua mengenali tanda-tanda sejak dini.
Alergi susu sapi memang tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, anak tetap bisa mendapatkan nutrisi optimal tanpa kehilangan masa tumbuh kembangnya.
Program edukasi ini juga menyoroti pentingnya peran dokter anak dalam menentukan jenis nutrisi pengganti.
Terutama bagi anak yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi.
Formula berbasis asam amino atau protein terhidrolisis penuh menjadi salah satu alternatif yang aman.
Lebih jauh, Arif Mujahidin menekankan bahwa edukasi ini tidak hanya soal produk, tetapi soal kepekaan dan empati.
“Momentum World Allergy Awareness Day menjadi kesempatan penting untuk mendorong kesadaran orang tua agar lebih mengenali tanda-tanda awal alergi susu sapi dan memahami pentingnya berkonsultasi dengan dokter anak,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anak-alergi-susu-sapi-i.jpg)