Kamis, 16 April 2026

Jangan Abaikan Gejala Kebas dan Bicara Pelo, Bisa Jadi Stroke Ringan

Pemberian terapi lebih cepat membuat peluang pemulihan fungsi lebih besar dan risiko kecacatan lebih rendah saat orang terkena stroke.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
Medicine.net
PERLU PENANGANAN SEGERA - Serangan stroke, baik ringan maupun berat, harus ditangani segera untuk mencegah kerusakan otak lebih parah.  

Beberapa pasien datang dengan kondisi masih bisa berjalan dan berbicara, hanya mengalami kelemahan ringan di satu sisi tubuh. 

Baca juga: Jangan Tertipu Lebih Aman, Dokter Ungkap Risiko Stroke dari Vape

Namun setelah dilakukan imaging, ditemukan penyumbatan besar di pembuluh darah otak. “Karena kolateral sistemnya baik, klinis pasiennya tetap baik,” lanjutnya.

Inilah yang membuat stroke sangat berbahaya.  Penampilan luar kadang tidak mencerminkan kerusakan otak yang sedang terjadi di dalam. 

Karena itu, setiap gejala neurologis mendadak harus dianggap serius.

Golden Period Penanganan Stroke

Dalam fase stroke iskemik akut, terdapat waktu emas untuk memberikan terapi penyelamatan otak, yakni:

  • Fase 0–4,5 jam: terapi trombolisis intravena
  • Fase 4,5–24 jam: tindakan intervensi pembuluh darah melalui kateter (DSA + thrombectomy)

Pemberian terapi lebih cepat membuat peluang pemulihan fungsi lebih besar dan risiko kecacatan lebih rendah.

Terakhir, ada beberapa tanda-tanda gejala stroke yang perlu diwaspadai seperti wajah yang mencong dan sulit tersenyum.

Lalu ada lengan tiba-tiba lemah atau sulit diangkat, bicara pelo, tidak jelas, atau tidak bisa berbicara. 

Tanda-tanda lainnya adalah kebas, pandangan kabur, kesulitan berjalan, pusing hebat mendadak. Jika muncul gejala ini, segera pergi ke ke rumah sakit. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved