Sabtu, 11 April 2026

Jangan Lewatkan Masa Emas Penanganan Stroke, Lakukan Hal Ini Kurang dari 4,5 Jam

Stroke mengalami masa emas untuk ditangani, yakni 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Penulis: Eko Sutriyanto
AI Gemini
ILUSTRASI STROKE - Ilustrasi gambar otak yang mengalami serangan stroke. Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia.  Kenali gejalanya lalu jangan lewatkan masa emasnya. 

Ringkasan Berita:
  • Stroke menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, namun dapat diminimalkan dengan deteksi dini dan tindakan cepat.
  • Dokter menegaskan masa emas penanganan adalah kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul, saat obat penghancur sumbatan masih efektif.
  • Pasien disarankan langsung ke IGD rumah sakit berfasilitas lengkap, bukan ke klinik, untuk mencegah kerusakan otak permanen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia. 

Namun kabar baiknya, peluang pemulihan pasien dapat meningkat signifikan jika penanganan dilakukan secara cepat dan tepat dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Baca juga: Jangan Abaikan Gejala Kebas dan Bicara Pelo, Bisa Jadi Stroke Ringan

“Setiap menit sangat berarti karena keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mati, berujung pada gangguan fungsi tubuh permanen,” ujar dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.S, dari Siloam Hospitals Lippo Village.

Ia menegaskan bahwa kecepatan adalah faktor penentu utama dalam penyelamatan otak pasien.

Langsung ke IGD, Bukan ke Klinik atau Puskesmas

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah membawa pasien stroke ke klinik atau puskesmas terlebih dahulu. 

Padahal, fasilitas tersebut belum tentu memiliki perlengkapan dan tim penanganan darurat untuk stroke.

“Begitu muncul tanda serangan, segera bawa ke rumah sakit dengan fasilitas penanganan stroke lengkap. Jangan ke klinik, karena waktu sangat berharga,” tegas dr. Pricilla.

4,5 Jam Pertama: Masa Emas Penyelamat Otak

ILUSTRASI STROKE - Gambar ini dibuat menggunakan AI, Senin (8/9/2025). Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia dan  pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) kini hadir sebagai solusi  melihat aliran darah di otak secara real-time, layaknya memantau jalur lalu lintas yang macet 
ILUSTRASI STROKE - Gambar ini dibuat menggunakan AI, Senin (8/9/2025). Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia dan  pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) kini hadir sebagai solusi  melihat aliran darah di otak secara real-time, layaknya memantau jalur lalu lintas yang macet  (Istimewa)

Dokter Pricilla menjelaskan adanya masa emas (golden period), yaitu 4,5 jam pertama setelah gejala muncul.

Dalam waktu ini, dokter masih dapat memberikan obat penghancur sumbatan (trombolitik) untuk membuka aliran darah ke otak.

“Begitu tiba di IGD, dokter akan menanyakan waktu munculnya gejala. Jika masih dalam batas waktu emas, peluang pemulihan jauh lebih besar,” katanya.

Kenali Gejala Awal Stroke Sejak Dini

Stroke datang tiba-tiba, dan mengenali tanda awalnya bisa menjadi penyelamat. 

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi sebagian wajah tampak menurun atau miring, bicara menjadi pelo atau sulit dipahami, lengan atau kaki melemah di satu sisi tubuh dan kehilangan keseimbangan atau sulit berdiri

“Jika tanda-tanda ini muncul, jangan tunggu membaik — segera ke rumah sakit!” imbau dr. Pricilla.

CT-Scan dan MRI Menentukan Arah Penanganan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved