Selasa, 5 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Sasar Gizi Masyarakat, Kadin DKI Jakarta Operasikan 90 Dapur Makan Bergizi Gratis

Dukung gizi warga, Kadin DKI operasikan 90 dapur Makan Bergizi Gratis. Target 1.000 dapur hingga wilayah 3T demi perkuat SDM. Simak yuk!

Tayang:
Penulis: Glery Lazuardi
HO/IST
DAPUR SPPG KADIN - Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, sambutan dalam peresmian Dapur SPPG di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026). Ia menegaskan kesiapan 90 dapur untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Dukungan Sektor Swasta: Kadin DKI operasikan 90 dapur SPPG sebagai bukti nyata kontribusi pengusaha bagi masyarakat.
  • Target Nasional Masif: Kadin Indonesia menargetkan pembangunan 1.000 dapur gizi hingga menjangkau pelosok wilayah 3T.
  • Dampak Ekonomi Lokal: Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komitmen dunia usaha dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia mulai bergerak nyata di ibu kota. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta secara resmi mengoperasikan sedikitnya 90 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan sektor swasta terhadap program strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Dunia usaha kini didorong untuk terlibat aktif tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, menjelaskan bahwa pengoperasian 90 dapur SPPG di Jakarta merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. 

Program ini melibatkan jajaran Kadin daerah, anggota, serta asosiasi luar biasa.

“Kami mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam inisiatif yang berdampak langsung pada masyarakat, salah satunya melalui pengoperasian dapur SPPG,” ujar Diana dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kehadiran pengusaha di ruang-ruang kemanusiaan sangat penting untuk memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan.

“Dapur SPPG ini bukan sekadar tempat memasak. Ini adalah simbol gotong royong antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.

Target Nasional: 1.000 Dapur Hingga Wilayah 3T

Secara nasional, gerakan ini direncanakan menjangkau area yang jauh lebih luas. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pengadaan sekitar 742 dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Ke depan, target pembangunan akan terus ditingkatkan guna memastikan pemerataan akses gizi. “Kami menargetkan hingga 1.000 SPPG, di mana sekitar 230 dapur akan disiapkan di wilayah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar,” ungkap Anindya.

Peresmian dapur ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, di antaranya Asisten Staf Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya.

Baca juga: Panic Buying BBM Terjadi di Jember, Medan, dan Aceh, Dipicu Konflik AS-Iran dan Stok BBM 20 Hari

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diproyeksikan memberikan efek domino bagi ekonomi lokal.

Kadin menilai operasional dapur dalam skala besar akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor kuliner dan logistik.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berdaya saing. Pengusaha Indonesia ingin membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved