Harga BBM Naik
Harga Pertamax Naik, Pengendara Khawatir Pertalite Bakal Langka dan Sulit Didapat
Agus juga khawatir jika banyaknya peminat Pertalite karena kenaikan harga Pertamax itu juga membuat stoknya langka.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green membuat banyak pengendara yang beralih menggunakan BBM jenis Pertalite.
- Salah satunya terlihat di SPBU Pertamina Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang terjadi antrean cukup panjang di barisan Pertalite.
- Agus juga khawatir jika banyaknya peminat Pertalite karena kenaikan harga Pertamax itu juga membuat stok BBM subsidi bakal langka.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green membuat banyak pengendara yang beralih menggunakan BBM jenis Pertalite.
Salah satunya terlihat di SPBU Pertamina Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang terjadi antrean cukup panjang di barisan Pertalite.
Baca juga: Kenaikan BBM Bikin Selisih Harga Pertalite-Pertamax Makin Lebar, Ekonom: Picu Migrasi ke BBM Subsidi
Dari pantauan wartawan Tribunnews.com, terlihat antrean khususnya kendaraan roda dua atau sepeda motor mengular hingga ke jalan raya.
Agus, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan menjadi salah satu pengendara yang beralih dari penggunaan BBM jenis Pertamax ke Pertalite karena adanya kenaikan harga tersebut.
Baca juga: Pertamax Series Makin Sepi Peminat, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Tendean Jakarta Selatan
"Kalau dari khusus motornya sendiri sebenarnya kompresi motor kan 12 banding 1, itu bagusnya itu di atas 90 lah RON-nya (Pertamax)," kata Agus saat ditemui Tribunnews.com di SPBU Pertamina, Kamis (11/6/2026).
Ia mengaku terpaksa menggunakan bensin jenis Pertalite karena tuntutan kerjaan yang memakan bahan bakar yang cukup banyak karena merupakan pekerja lapangan.
Bekerja di salah satu Bank sebagai tim survey, mengharuskan Agus untuk berkeliling minimal 20 titik di tempat yang berbeda-beda menggunakan sepeda motornya.
Namun, ia khawatir banyak pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite seperti dirinya membuat adanya kenaikan harga untuk BBM subsidi tersebut.
"Pasti ada kekhawatiran karena sudah naik di Pertamax, nanti Pertalite juga bisa naik gitu lho, cuma kalau bisa jangan," ungkapnya.
Di sisi lain, Agus juga khawatir jika banyaknya peminat Pertalite karena kenaikan harga Pertamax itu juga membuat stok BBM subsidi bakal langka.
"Kalau langka sih kayak dulu lagi paling ya. Di apa namanya, pom jadi buka-tutup. Kayak di Pertalite nih jadi dialihin ke Pertamax, walaupun ada kadang biasanya kalau kayak yang dulu tuh di slot Pertalite-nya di-off-in nih buat antrean, tapi dibukanya Pertamax. Itu yang bikin malas yang begitu," jelasnya.
Untuk informasi, Pemerintah kembali menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina non subsidi per hari ini, Rabu 10 Juni 2026.
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95).
Baca juga: Pertamax Series Makin Sepi Peminat, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Tendean Jakarta Selatan
Harga BBM Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter (naik Rp3.950 per liternya) per 10 Juni 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/khawatirrrrrr-bbm-langkaaaaa.jpg)