Polri Minta Komnas HAM Serahkan Laporan dan Data 32 Orang Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei

Mabes Polri mengimbau agar Komnas HAM segera menyerahkan laporan dan data terkait 32 orang yang hilang dalam peristiwa kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Polri Minta Komnas HAM Serahkan Laporan dan Data 32 Orang Hilang dalam Kerusuhan 21-22 Mei
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019). 

Jumlah tersebut berkurang hingga tinggal 32 orang pasca klarifikasi oleh sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya.

Namun hingga kini, 32 orang itu masih dinyatakan hilang dan belum terkonfirmasi keberadaannya.

Dugaan pelaggaran HAM

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menemukan beberapa fakta terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kerusuhan 21-23 Mei lalu.

Perkembangan fakta yang ditemukan dalam investigasi Komnas HAM, Choirul mengatakan pihaknya mendapatkan bukti yang cukup, sehingga fakta dalam peristiwa tersebut menjadi jelas terkuak.

"Komnas HAM sedang dalami cukup serius berbagai alat bukti yang diberikan kepada Komnas HAM, termasuk juga yang didapatkan Komnas HAM sendiri. Dan, dari apa yang kami temukan, satu peristiwanya makin terang kami dapatkan," tutur Choirul di Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Pihaknya juga sudah menyimpulkan dugaan adanya pelanggaran HAM dari peristiwa tersebut. Choirul mengklaim pihak tidak menemukan kesulitan dalam memberikan kesimpulan itu.

Baca: Ahok Didatangi Penjual Kerak Telor di Lapangan Banteng, Curhat Kini Sulit Jualan di Balai Kota

Pihaknya juga sedang merumuskan, apakah peristiwa tersebut terkait satu sama lain.

"Ketiga, yang juga ini penting, kami juga sedang merumuskan apakah kasus ini berdiri sendiri ataukah sebuah kasus yang berangkaian dengan peristiwa yang lain. Nah itu juga menemui jalan yang cukup terang," ujar Choirul.

Choirul mengklaim akhir bulan ini, Komnas HAM telah dapat mengumumkan hasil investigasi atau paling lambat awal bulan Agustus.

Pihaknya saat ini masih menunggu keterangan beberapa pihak yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved