Rusuh di Papua

Bupati Jayawijaya: Jaringan Listrik di Wamena Pulih

Meski demikian, konsumsi listrik belum normal karena masih banyak rumah dan kantor yang rusak belum diperbaiki sehingga suplai listrik belum dipenuhi.

Bupati Jayawijaya: Jaringan Listrik di Wamena Pulih
KOMPAS/JOHN ROY PURBA
Pasca-kerusuhan di Jayapura, Kamis (29/8/2019), sebagian wilayah gelap gulita, PLN beri penjelasan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliran listrik di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua telah pulih 100 persen.

Hal itu seiring dengan semakin kondusifnya situasi di Wamena serta warga yang sudah beraktivitas.

"Saya sudah mendapat laporan lengkap dari PT PLN. Dengan pemulihan listrik, kini fokus pemerintah Kabupaten merenovasi rumah dan kantor pemerintah yang rusak dan terbakar akibat kerusuhan lalu. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pembangunan rumah dan kantor tersebut," kata Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua dalam keterangannya, Selasa (8/10/2019).

Setelah dua minggu lebih melakukan perbaikan, PT PLN (Persero) telah memulihkan 100 persen jaringan yang terdampak kericuhan di Wamena.

Baca: Kenangan 5 Tahun Mengabdi, Menkominfo Senang Bisa Bantu Jokowi-JK

Meski demikian, konsumsi listrik belum normal karena masih banyak rumah dan kantor yang rusak belum diperbaiki sehingga suplai listrik belum dipenuhi.

Sebelumnya, General Manager PLN UIWP2B (Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat), J. A. Ari Dartomo mengatakan, pekerjaan yang dilakukan dalam pemulihan terdiri dari gardu, jaringan tegangan menengah (JTM) serta jaringan tegangan rendah (JTR) yang sudah kembali beroperasi seluruhnya.

Saat ini sejumlah 142 gardu, 180 kms jtm dan 336 kms jtr telah beroperasi kembali. Perbaikan terakhir dilakukan di lokasi Hom-hom, sekitar 4 km dari pusat kota.

Meski sistem kelistrikan telah pulih 100 persen, dari 21.800 pelanggan di Wamena, masih ada 1.000 pelanggan yang belum teraliri listrik kembali, hal ini dikarenakan bangunan milik pelanggan tersebut mengalami kerusakan akibat kerusuhan. Perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum kembali dinyalakan.

"Jika bangunan milik pelanggan yang terdampak telah diperbaiki, kami siap untuk segera menyalakannya kembali. Lokasi tersebar untuk bangunan-bangunan yang belum menyala, tapi mayoritas berada di sekitar kota," katanya.

Kondisi saat ini, daya mampu pembangkit di Wamena mencapai 6,5 MW dengan beban puncak saat ini kurang lebih 4,7 MW.

Jumlah ini akan meningkat seiring dengan kembali normalnya aktivitas di kota tersebut.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved