Sabtu, 30 Agustus 2025

Moeldoko Beberkan 3 Strategi Jitu yang Sukses Bawa Indonesia dari Jebakan Krisis Akibat Pandemi

Strategi jitu dengan didukung semangat gotong royong dan kepemimpinan yang kuat terbukti membawa perekonomian Indonesia kembali bangkit

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Peluncuran Capaian Kinerja 2023 yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Selasa 24 Oktober 2023 

Pemerintah juga terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, antara lain melalui hilirisasi industri dan pengembangan ekonomi hijau.

“Kemarin Presiden meresmikan bursa karbon. Bursa karbon ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dalam konteks menuju green economy,” sebut dia.

Konektivitas

Untuk mencapai visi Indonesia Maju 2045, dibutuhkan segala aspek yang harus dilakukan sejak dini. Termasuk pembangunan dan pemerataan jaringan internet di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, mengungkapkan, konektivitas merupakan tantangan utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju.

“Ada tiga aspek konektivitas yang perlu diperhatikan, yaitu kapasitas, coverage, dan kualitas,” ujarnya.

Pada aspek kapasitas, Indonesia masih perlu mengejar negara-negara lain. Kecepatan internet rata-rata di Indonesia masih di angka 22 Mbps.

Sedangkan dari aspek coverage, penetrasi internet di Indonesia baru mencapai 78 persen. Artinya, masih ada 22 persen penduduk Indonesia yang belum memiliki akses internet.

“Kondisi ini terutama terjadi di daerah-daerah 3T, Terluar, Terpencil dan Tertinggal,” ucap Budi.

Pada aspek kualitas, internet di Indonesia juga masih perlu ditingkatkan. Masih banyak daerah di Indonesia yang mengalami gangguan sinyal internet, terutama di daerah pegunungan dan kawasan perairan.

“Di kota sudah oke, tetapi di rural masih banyak yang harus dibenahi,” imbuhnya.

Dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo di tahun ke-9, Indonesia meningkatkan perannya dalam berbagai forum internasional seperti G20, ASEAN, hingga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa frasa ‘back to the map’ yang tepat digunakan untuk menggambarkan kebangkitan Indonesia di dunia internasional karena memiliki makna yang mendalam.

"Pasca reformasi, Indonesia sempat terpuruk dan kehilangan kepercayaan dunia internasional. Namun, dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan kebangkitan yang luar biasa," katanya.

Dia mengatakan, Indonesia memiliki prinsip yang jelas dalam menjalankan politik luar negerinya. Indonesia mengedepankan prinsip tidak pernah menjadi masalah, namun hadir membawa solusi untuk dunia.

Karenanya, dia optimistis Indonesia akan terus menjadi pemimpin di kawasan dan global di masa depan. "Kita memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemimpin dunia," kata Iqbal dalam FMB9.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan